ECONOMY

Lebih Dari Sepekan, Harga Emas Terjun Bebas ke Level Terendah

Indonesiaplus.id – Perdangan dunia dalam sepekan ini harga emas turun hingga di level terendah. Berdasarkan analis hal itu tergenjet kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS yang lebih kuat.

Harga inflGold turun ke level terendah lebih dari sepekan pada Jumat (29/10/2021), terbebani posisi dolar AS yang menguat setelah data inflasi AS membaik, juga ditambah sentimen positif jelang pertemuan The Fed pada pekan depan.

Seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (30/10/2021), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi US$1.782,23 per ounce pukul 14:10. Harga emas berjangka AS untuk Desember turun 1,04 persen pada US$1.783,90 per ounce.

Sedangkan, data belanja konsumen memicu kekhawatiran tentang tindakan kebijakan moneter agresif dari The Fed untuk memerangi lonjakan harga, mengirim imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik setinggi 1,6190 persen, dan dolar melonjak 0,8 persen.

“Pedagang di seluruh pasar global secara agresif meningkatkan pandangan untuk pengetatan kebijakan, karena krisis energi dan rantai pasokan mendorong inflasi lebih tinggi, membuat pelaku pasar memperhitungkan risiko keluar lebih cepat,” lapor analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar naik, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pihak The Fed diperkirakan mengumumkan kapan mulai meruncing pada akhir pertemuan kebijakan moneter 2-3 November.

“Tidak ada apa pun yang dapat menghentikan penurunan emas saat ini,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, menambahkan bahwa dana menjadi penjual aktif setiap kali emas melintasi level kunci US$1.800 per ons.

Namun, secara keseluruhan kekhawatiran tentang kenaikan harga membuat emas dan perak di jalur untuk kenaikan bulanan masing-masing lebih dari 1 persen dan 7 persen.

Di sisi fisik, emas dijual dengan harga premium di India minggu ini karena konsumen berbondong-bondong ke pengecer menjelang festival besar minggu depan.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close