POLITICS

Tentara Jadi Menag, Muhammadiyah: Biar Tak Ada Klaim Paling Berjasa

Indonesiaplus.id – Sejarah mencatat bahwa pengangkatan purnawirawan tentara sebagai Menteri Agama (Menag) bukanlah hal baru. Sehingga tak sepatutnya ada pihak merasa kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi.

“Tentara jadi Menag bukan hal baru, sama seperti pengangkatan menag berlatar belakang ormas Muhammadiyah maupun NU atau partai politik. Tak sepatutnya ada pihak merasa kecewa, apalagi mengklaim dirinya paling berjasa,” ujar Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Faozan Amar, Jumat (25/10/2019).

Dua tokoh militer, kata Faozan, yang pernah menjabat Menag pada era Orde Baru yaitu Alamsyah Ratu Prawinegara dan Tarmizi Taher. Sementara, Fachrul Razi adalah Menag dari kalangan militer pertama setelah reformasi.

“Semua paham pengangkatan menteri adalah hak prerogatif presiden. Tugas kita menerima sepenuhnya menteri yang telah diangkat dan bersama-sama mengawalnya serta mengingatkan jika ada hal yang keliru,” tandasnya.

Presiden Jokowi telah menugaskan secara khusus agar Menag fokus kepada masalah penanganan radikalisme dan ekstremisme. Kasus tersebut telah menjadi ancaman negara yang berlandaskan Pancasila.

“Tugas agar bisa menangkalnya, tentu diperlukan seorang menteri yang memiliki latar belakang ahli strategi dan clean,” katanya.

Tiga periode Menteri Agama nyaris mencetak hattrick menjadi terpidana korupsi. Mulai dari Said Aqil Al Munawar, Surya Dharma Ali dan Menag sesudahnya telah menjadi saksi korupsi di KPK.

“Kondisi itu akan menyulitkan tugas-tugas memberantas radikalisme, ekstrimisme dan korupsi. Bagaimana mungkin lantai akan bersih kalau kain pelnya kotor,” ungkapnya.

Menyitir ucapan Menag Fachrul Razi yang menyebut dirinya bukan menteri agama Islam, tetapi Menteri Agama. Kemenag harus mengayomi semua agama dan aliran kepercayaan yang ada. Bukan hanya mengayomi satu agama apalagi hanya satu golongan.

“Harapan rakyat semoga Menag baru benar-benar menjadi menteri semua agama dan golongan yang ada di Indonesia, serta mewujudkan Islam wasathiyah yang rahmatan lil alamin,” harapnya.

Sebelumnya, Presiden mengumumkan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama menggantikan Lukman Hakim Saifuddin. Fachrul purnawirawan TNI berpangkat jenderal dan merupakan mantan Wakil Panglima TNI.

Presiden ingin persoalan radikalisme dan intoleransi diatasi oleh Fahcrul selaku Menag. Sebab, menurut Jokowi Fachrul memiliki pengalaman yang panjang terkait hal tersebut.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close