Kemensos Berdayakan Suku Togutil di Hutan Tayawi, Tidore

Indonesiaplus.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia merespons kondisi kehidupan warga Suku Togutil di kawasan Hutan Tayawi, Desa Coli, Kecamatan Oba, Tidore Kepulauan, dengan menyalurkan bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat adat terpencil.
Suku Togutil dikenal sebagai komunitas adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur, mulai dari sistem kepercayaan, pola kekerabatan, hingga mata pencaharian berburu dan meramu. Sebagian warga sebelumnya hidup berpindah-pindah di kawasan hutan.
Penanganan dilakukan melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial yang memiliki tugas khusus mendampingi komunitas adat di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, dukungan lapangan juga dilakukan oleh Sentra Wasana Bahagia Ternate yang memiliki wilayah kerja di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate, Osep Mulyani, mengatakan bantuan diberikan setelah dilakukan pemetaan kebutuhan warga di lapangan.
“Bantuan yang diberikan meliputi penguatan nutrisi, kebutuhan hidup sehat dan kebersihan diri, sandang, perlengkapan tidur, serta pemeriksaan kesehatan,” kata Osep dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Selain bantuan fisik, pihaknya juga melakukan penyuluhan sosial dan edukasi secara berkala kepada warga Suku Togutil.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat mengunjungi permukiman warga Togutil di kawasan Hutan Tayawi.
Sherly mengatakan pemerintah daerah akan terus mendampingi masyarakat Togutil agar dapat berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya mereka.
“Suku Togutil harus kita dampingi dan diberdayakan sesuai potensi yang dimiliki. Mereka harus maju mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi,” ujar Sherly.
Sementara itu, pemerhati adat di Ternate, Abdurahman Munim, menyebut pendampingan yang dilakukan berbagai pihak telah membawa perubahan sosial di tengah masyarakat Togutil.
“Sekarang sudah banyak warga Togutil yang memeluk agama Islam maupun Kristen berkat pendampingan yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Perwakilan warga Togutil, Yosep, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap komunitas mereka.
“Terima kasih kepada Kemensos dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ini pertama kalinya ada gubernur datang ke suku kami. Kami juga berterima kasih karena selama ini dibimbing hingga bisa berkomunikasi dengan masyarakat luar dan memiliki tempat tinggal menetap,” ujarnya.[ama]





