HUMANITIES

Kemensos Gandeng LKS Bangkitkan Semangat Kelompok Rentan di Era Normal Baru

Indonesiaplus.id – Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI, sudah tiga bulan mengemban amanah menangani warga terlantar terdampak Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, kini Kemensos terus bergerak bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra untuk membangkitkan semangat hidup kelompok rentan pasca PSBB atau disebut Era Normal Baru.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat yang mengawal penanganan warga terlantar terdampak Covid-19 ini berpesan di Era Normal Baru, semua komunitas binaan LKS harus memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

“Dalam Gerakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kiranya menjadi salah satu fokus kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial di komunitas, pastikan ada kesadaran tentang PHBS,” pesan Harry kepada LKS yang ikut menangani warga terlantar.

Dukungan sosialisasi PHBS juga diberikan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak yang ikut memberikan Booklet PHBS untuk LKS. Ini menjadi media kampanye PHBS untuk menghindari diri dari paparan Covid-19.

Selain itu, LKS terus mendukung pelaksanaan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru untuk pemenuhan kebutuhan dasar dengan membuka dapur umum bagi komunitas.

Beberapa di antaranya, yaitu LKS Bhakti Nurul Iman yang membuka empat dapur umum untuk 272 Penerima Manfaat (PM) dan LKS Swara Peduli dengan membuka dapur umum mandiri serta menyalurkan 337 nasi kotak.

Hal sama dilakukan oleh yayasan Education Religion Be Entertainment (ERBE) yang membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar komunitas, yaitu kebutuhan permakanan.

“Aksi-aksi kemanusiaan yang konkret seperti ini yang diperlukan warga pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Harry.

Bantuan sembako yang sebelumnya pernah disalurkan oleh Kemensos melalui LKS ternyata meninggalkan bekas di hati salah satu PM di komunitas binaan LKS Bhakti Nurul Iman.

“Saya ucapkan terima kasih atas semua yang telah diberikan Kemensos. Saya tidak mengira Bapak akan ingat sampai kebutuhan perut, bahkan sembako ini saya jadikan modal jualan nasi uduk,” ucapnya.

Bansos sembako dari Kemensos yang salah satu komponennya adalah beras dijadikan modal berjualan nasi uduk olehnya dan bermanfaat hingga sekarang. Padahal, saat itu ia hampir putus asa karena tidak bisa mencari nafkah di masa pandemi Covid-19.

Ide kreatif ini muncul lantaran ia harus bangkit dari keterpurukan ekonomi selama masa pandemi. Ia percaya bantuan ini menjadi jalan baginya dan keluarga bertahan hidup bahkan memulihkan ekonominya.

Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru terus gencar dilakukan LKS. Bansos sembako terus disalurkan di beberapa komunitas pemulung, salah satunya di komunitas pemulung Menara Jatipadang, Pasar Sabtu (4/7/20) binaan LKS Bhakti Nurul Iman, komunitas pemulung Kampung Sumur Klender binaan LKS Swara Peduli dan komunitas di Gang H. Saibun pada Ahad (5/7/20).

Penyaluran bansos sembako Presiden sejumlah 547 paket juga dilakukan oleh LKS ERBE ke beberapa komunitas, yaitu ke komunitas pemulung Rawadas Pondok Kopi, komunitas pemulung Pondok Kelapa dan kampung Kebon Duren Sawit, Jakarta Timur, Ahad (5/7/20).

Juga, LKS Kumala telah membawa 11 anak jalanan dari Pasar Permai ke komunitas agar dipenuhi haknya. Mereka dipenuhi kebutuhan dasarnya dan juga diberi pemberdayaan berupa keterampilan memasak.

Sementara itu, di bidang pendidikan, LKS hadir untuk mencetak sumberdaya manusia berkualitas dengan memberi akses kepada anak-anak dengan ekonomi lemah untuk bisa mengenyam pendidikan. Salah satunya LKS Uswatun Hasanah yang mengadakan wisuda bagi anak-anak binaannya pada jenjang MI, SMP dan SMA.

Secara berangsur seluruh LKS mengimplementasikan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang direkonstruksi oleh Ditjen Rehsos Kemensos RI. Program ini menekankan pada peran keluarga di komunitas dalam proses rehabilitasi sosial. [mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close