KND Pastikan Pemenuhan Hak Keolahragaan Atlet Disabilitas di ASEAN Paragames 2025
Indonesiaplus.id — Komisi Nasional Disabilitas (KND) memastikan pemenuhan hak keolahragaan bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia dalam ajang The 13th ASEAN Paragames 2025 yang digelar di Thailand. Pemantauan dilakukan sejak awal November 2025 terhadap persiapan kontingen Indonesia yang dikoordinasikan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
KND bersama NPCI dan Chief de Mission (CdM) Indonesia menetapkan target minimal 82 medali emas dan posisi tiga besar dalam rapat koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada awal November 2025. Target tersebut ditetapkan meski masa persiapan melalui training center berlangsung relatif singkat, yakni sekitar dua bulan.
Sebanyak 539 atlet dan ofisial kontingen Indonesia secara resmi dikukuhkan dan dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI di Solo pada 10 Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, para atlet dan ofisial menyatakan komitmen untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
The 13th ASEAN Paragames 2025 diselenggarakan pada 20–26 Januari 2026 di Bangkok dan Nakhon Ratchasima, Thailand. KND melakukan pemantauan dan pendampingan langsung sejak 19 Januari 2026 guna memastikan ketersediaan fasilitas dan dukungan bagi atlet dan ofisial.
Pemantauan dilakukan oleh Komisioner KND Jonna Aman Damanik bersama Ketua CdM Indonesia Prof. Reda Manthovani, dengan mengunjungi penginapan atlet, memastikan kualitas dan suplai makanan, dukungan tim medis, serta sarana mobilitas menuju berbagai venue pertandingan.
“Hak keolahragaan bagi penyandang disabilitas dimandatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, termasuk untuk olahraga prestasi,” ujar Jonna Aman Damanik.
ASEAN Paragames 2025 resmi ditutup pada Senin malam, 26 Januari 2026. Kontingen Indonesia mencatatkan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, serta menempati peringkat kedua klasemen akhir, sekaligus melampaui target minimal yang telah ditetapkan.[ama]





