POLITICS

Desas-Desus Reshuffle Kabinet, Ini Kata Pemuda Muhammadiyah

Indonesiaplus.id – Persoalan reshuffle kabinet itu merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang setiap saat dapat menggunakannya. Namun, tentu saja didasari penilaian subjektif Presiden karena yang memahami betul kinerja para pembantunya.

“Terkait adanya desas-desus reshuffle dan itu wajar, karena tidak sedikit orang atau kelompok yang berkepentingan dengan adanya reshuffle,” ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Memang, ada pihak juga berharap Presiden Jokowi harus kuat ketika berhadapan dengan kepungan intervensi koalisi partai baik yang mendorong dilakukan reshuffle maupun yang tidak.

“Dinamika ada partai politik di luar partai koalisi Pemerintah bermanuver mengincar kursi Menteri, ada kelompok relawan Pak Jokowi pada Pilpres juga sedang mengintip peluang masuk kabinet,” katanya.

Berbagai intervensi tersebut terkadang membuat Presiden mengalami kesulitan mengevaluasi dan mengawasi kinerja menteri yang berakibat pada buruknya pelaksanaan program Pemerintah.

Persoalan reshuffle dalam skala makro, merupakan persoalan bawaan sistem Presidensil terutama dengan fragmentasi sistem kepartaian yang terjadi immobilsme ditingkat eksekutif.

Pada situasi ini, semua pihak berharap Prasiden Jokowi dapat tampil secara lebih otentik yang mencerminkan strong national leadership untuk mengambil langkah-langkah progresif dalam meningkatkan kinerja para menterinya.

Secara psikologis para menteri dapat bekerja tanpa dibayang-bayangi dengan isu reshuffle. Inti penjelasan agar tidak ingin terjebak pada pada isu adanya reshuffle atau tidak.

“Inti masalah reshuffle adalah hak Presiden. Jika betul-betul terjadi mesti dilakukan semata-mata untuk peningkatan kinerja, bukan karena tukar-tambah secara politik,” tandasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close