ECONOMY

Komisi V DPR: Tol Trans Jawa Kualitas Minim, Tarifnya Maksimal

Senin, 21 Januari 2019

Indonesiaplus.id – Pembangunan Tol Trans Jawa kurang memenuhi standarisasi. Sebab, segian besar tolnya tidak diaspal, melainkan coran-semen.

“Dilihat dari sisi standarisasi kurang memenuhi syarat. Karena enggak ada di seluruh dunia (jalan tol bahannya) terbuat dari semen,” ujar Anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Soekartono di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Jalan tol, kata Bambang, yang tergolong rigid pavement ini akan membahayakan para penggunanya. sehingga tipe jalan ini akan lebih banyak mengikis ban.

Bahkan, yang paling parah maka akan membuat ban mobil meletus karena terkikis jalan tersebut.

“Jalan tol rigid pavement yang tidak boleh secara langsung bersentuhan dengan ban karena namanya rigit. Kalau aspal kan fleksibel, sehingga akan merusak ban,” tandasnya.

Menurut Bambang, seharusnya jalan dilapisi lagi dengan aspal. “Kalau standarisasi untuk tingkat kelas tinggi harus dikasi rigid pavement setebal 20 cm terus atasnya dilapisi aspal 5 cm dan itu tidak dilakukan. Padahal tol itu masuk dalam stanarisasi hid grif,” ungkapnya.

Dengan kondisi jalan tersebut, maka seharusnya tarif tidak semahal saat ini. “Akhirnya kalau menggunakan bahan ini harusnya jauh lebih murah,” tutupnya.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close