ECONOMY

Bank Dunia Apresiasi Model Bansos Non Tunai di Indonesia

Senin, 21 November 2016

Indonesiaplus.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, electronic warung gotong royong atau e-warong sebagai salah satu model transaksi non tunai untuk program bantuan sosial (bansos) dan berbagai subsidi.

“Hari ini, perwakilan bank dunia untuk wilayah Asia Pasifik meninjau secara langsung bagaimana model transaksi non tunai bansos yang didalamnya ada PKH dan konversi bantuan pangan, ” ujar Mensos di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Kehadiran bank dunia, kata Mensos, merupakan bukti nyata bahwa lembaga dunia tersebut mengakui segala upaya pemerintah untuk upaya perlindungan sosial bagi kalangan masyarakat ekonomi bawah.

 

“Hal itu artinya apa yang dilakukan pemerintah sudah terpotret dengan baik oleh bank dunia, sehingga membutuhkan keseriusan semua pihak yang terlibat di dalamnya,” ucapnya.

Termasuk untuk menggerakan program bansos non tunai sebagai bagian dari upaya maksimalisasi ketepatan agar bisa sampai ke tangan penerima dengan tepat sasan, tepat jumlah, tepat waktu, serta tepat kualitas.

“Perlu upaya memaksimalkan bansos agar sampai ke tangan penerima dengan tepat sasan, tepat jumlah, tepat waktu, serta tepat kualitas, ” katanya.

Sejak Februari 2016 telah meminta support dari bank dunia agar secara berkala membantu proses sosial register dengan menghadirkan best practice yang langsung didatangkan dari Brazil ke Jakarta untuk berdiskusi.

“Memang secara khusus saya meminta agar bank dunia mensupport dan secara berkala membantu sosial register dari Brazil sebagai best practice berdiskusi terutama untuk ketepatan-ketepatan yang harus lebih dimaksimalkan, ” tandasnya.

Seperti diketahui Brazil merupakan best practice dunia, karena dinilai sukses dalam upaya perlindungan sosial bagi keluarga dengan status ekonomi di bawah sehingga mampu mandiri dengan konsep Conditional Cash Transfer (CCT).

“Brazil menjadi rujukan dan best practice dunia terkait program perlindungan sosial bagi warga eknomi di bawah yang kemudian dikenal dengan CCT, ” katanya.[Hmd]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close