HUMANITIES

Alexander: Nilai-Nilai KPK Tidak Dilanjutkan oleh AKBP Brotoseno

Senin, 21 November 2016

Indonesiaplus.id – Pasca penangkapan Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Raden Brotoseno mengingatkan publik kembali pada sosok artis dan mantan anggota DPR RI, Angelina Sondakh.

Saat ini, Brotoseno menyusul Angie hidup di balik jeruji besi setelah diduga menerima suap Rp 1,9 miliar bersama koleganya, Kompol DSY. Selama ini, ia dikenal sebagai kekasih Angelina Sondakh (Angie), mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang kini menjalani pidana di Rutan Pondok Bambu, Jakarta.

Bila dulu Brotoseno sering membesuk Angie namun kini sama-sama berada di balik terali besi. “Bagaimana ya, saya belum ngobrol intens lagi dengan Angie. Tapi, sejauh ini saya belum dapat laporan kondisi Angie memprihatinkan atau menurun. Sejauh ini dia baik-baik aja,” kata Kepala Rutan Pondok Bambu, Ika Yusanti, Sabtu, kemarin.

Sejauh ini tidak ada perubahan perilaku atau psikis dari Angie setelah kekasihnya itu ditangkap. “Tadi pagi saya sempat olahraga bareng dia dan warga binaan satu blok dengan dia. Saya lihat aktivitasnya masih seperti biasa. Pada pagi hari Angie masih ikut ibadah di masjid rutan dan senam pagi bersama,” katanya.

Pada Sabtu dan Minggu Angie aktif ikut hafalan Al Quran. “Ia bahkan menjadi motivator untuk teman-temannya di blok,” ujarnya. Hingga kini, Ika tak mengetahui hubungan antara Angie dan Brotoseno apakah sebatas kekasih atau lebih dari itu.

Namun diakui Brotoseno sering mengunjungi Angie ke Rutan Pondok Bambu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku turut berperan dalam penangkapan Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, AKBP Brotoseno, yang diduga menerima suap Rp 1,9 miliar bersama koleganya, Kompol DSY.

Dia diduga menerima suap terkait dengan penanganan kasus korupsi pencetakan sawah di wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang melibatkan Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perkara tersebut semula ditangani KPK, namun kemudian dilimpahkan kepada Bareskrim Polri.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan pihaknya memberikan informasi mengenai Brotoseno karena kasus tersebut dulunya ditangani KPK. Selain itu Brotoseno pernah bertugas sebagai penyidik di KPK.

“Kami berikan informasi. Kami sharing (berbagai) info. Kebetulan kasus cetak sawah itu kan dulu dari KPK, kemudian kami limpahkan kepada Bareskrim. Sehingga kami melakukan supervisi dan memonitor terus sampai di mana perkembangannya,” kata Alexander Marwata.

Perwira menengah Polri yang pernah bertugas di KPK tersebut seharusnya bisa membawa nilai-nilai antikorupsi dan menjadi agen perubahaan saat kembali ke kesatuannya. “Kami tentu saja sangat menyesalkan, sangat, sangat menyesalkan. Nilai-nilai yang sudah dia bawa dan bina dari KPK itu tidak dia aplikasikan di instansi asalnya,” tandasnya.[Wan]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close