Kemensos Berdayakan 1.200 Warga Miskin di Karanganyar Melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi

Indonesiaplus.id – Kementerian Sosial (Kemensos) berhasil memberdayakan sebanyak 1.200 warga miskin di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program tersebut mendorong peningkatan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM) melalui pengembangan usaha produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan potensi masing-masing penerima.
Seluruh penerima program merupakan warga yang tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSE). Melalui PPSE, para KPM memperoleh dukungan untuk mengembangkan berbagai jenis usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya secara lebih mandiri.
Direktur Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Radik Raksaguna, mengatakan PPSE tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga dirancang untuk memperkuat kapasitas, kepemilikan aset, serta akses ekonomi masyarakat miskin.
“Program ini diarahkan agar keluarga penerima manfaat memiliki kemandirian sosial dan ekonomi, sehingga secara bertahap tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” ujar Radik.
Sebelum diimplementasikan, PPSE telah melalui kajian ilmiah dan empiris untuk memastikan manfaat serta efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyuluh Sosial Direktorat Pemberdayaan Sosial, Nicki, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan dalam program ini berbasis pada pilihan usaha yang ditentukan langsung oleh KPM sesuai kebutuhan, minat, dan pengalaman mereka.
Sementara itu, Penelaah Kebijakan Teknis Direktorat Pemberdayaan Sosial, Puti, mengatakan bantuan dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang usaha, seperti perdagangan, peternakan, pertanian, jasa, maupun usaha produktif lain yang telah dijalankan oleh penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, pendamping sosial memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program. Salah seorang pendamping lapangan, Lidia, mengatakan proses pemberdayaan dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Menurut Lidia, pendamping tidak hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator, tetapi juga menghubungkan KPM dengan berbagai mitra yang memiliki kompetensi sesuai bidang usaha yang dipilih sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Keberhasilan program tersebut tercermin dari kisah Siti Rokayah, warga Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Sejak 2024, ia mengembangkan usaha ayam goreng krispi dengan dukungan program pemberdayaan. Kini usahanya telah memiliki lokasi penjualan tersendiri di depan Pasar Kayu Apak dan mampu membukukan omzet sekitar Rp5 juta per bulan.

Kisah sukses lainnya datang dari Fitriana, warga Dusun Pencol, Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang. Bersama suaminya, ia mengembangkan usaha penjualan sayur mayur sejak 2023. Berlokasi di kios Pasar Jambangan, usaha tersebut melayani penjualan eceran maupun grosir berbagai komoditas seperti labu kuning, kentang, dan gembili dalam kondisi mentah maupun rebus.
Fitriana memulai aktivitas berdagang setiap hari sejak pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Dari usahanya tersebut, ia mampu mencatat omzet rata-rata sekitar Rp700 ribu per hari atau sekitar Rp20 juta per bulan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Junaedi, menilai keberhasilan PPSE menunjukkan bahwa bantuan sosial tidak hanya harus tepat sasaran dan tepat jumlah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bantuan sosial tepat manfaat. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga secara bertahap tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” kata Junaedi.[ama]





