BMKG Peringatkan Hujan di 11 Wilayah Indonesia Hari Ini, Ini Daftarnya
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di 11 wilayah Indonesia pada Senin (31/8/2026).
Potensi hujan tersebut tercantum dalam peringatan dini BMKG. Sejumlah wilayah juga masuk dalam status waspada karena kondisi cuaca berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, luapan air sungai, dan longsor.
11 Wilayah Berpotensi Hujan
BMKG mencatat 11 wilayah yang berpotensi mengalami hujan hari ini, yakni:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang di 10 wilayah.
Wilayah tersebut meliputi Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan.
Curah Hujan Cenderung Rendah
BMKG menyebut secara umum curah hujan pada periode Agustus dasarian III hingga September dasarian II 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0-150 milimeter per dasarian.
Curah hujan rendah masih diperkirakan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Meski demikian, potensi hujan lokal masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat adanya potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Utara serta di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Pada 28-29 Agustus 2026, MJO diprakirakan aktif di pesisir utara Aceh, bagian utara Selat Malaka, Kepulauan Aru, Laut Arafura bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di pesisir timur Papua Selatan.
Daerah konvergensi dan konfluensi juga terbentuk di sekitar Laut Andaman, bagian utara Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Papua, hingga perairan Samudra Pasifik di sekitar Papua.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan pengumpulan dan pengangkatan massa udara sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG: Hujan Masih Bisa Terjadi meski Kondisi Cenderung Kering
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi.
“Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi dan sporadis serta durasi singkat,” kata BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).
Potensi hujan tersebut tetap ada meskipun El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih mendukung kecenderungan kondisi yang lebih kering di sebagian wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.[yus]





