POLITICS

Puan Minta Polisi Usut Kematian Bambang yang Diduga Jadi Korban Kekerasan Saat Demo

Indonesiaplus.id — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat penegak hukum menyelidiki secara menyeluruh kematian Bambang Setiyawan (60), pedagang cermin yang diduga menjadi korban kekerasan dalam kericuhan demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam.

Puan meminta kepolisian mengungkap fakta di balik kematian Bambang berdasarkan bukti-bukti yang ada. Ia juga menegaskan, jika hasil penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam peristiwa tersebut, pihak yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum.

“Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dan ya dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Menurut Puan, DPR sejak awal telah mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak disertai tindakan anarkistis, termasuk kerusakan fasilitas umum.

Karena itu, Puan meminta aparat tidak ragu mengambil tindakan apabila penyelidikan nantinya menemukan bukti adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap Bambang.

“Kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti yang kuat. Bila memang terbukti ya harus diselesaikan dengan tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan penanganan kasus tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia menyatakan DPR akan meminta informasi mengenai perkembangan proses penyelidikan dan penyidikan.

“Ya kita serahkan pada penegak hukum untuk memproses dan mencari kebenarannya seperti apa. Nanti kita tanya sudah sampai mana penyelidikan dan penyidikannya ya,” kata Cucun.[had]

Related Articles

Back to top button