TECHNOLOGY

Pakar Minta DPR Tunda Bahas RUU Kamtansiber, Ada Apa?

Indonesiaplus.id – Pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber perlu DPR mengkaji ulang agar tidak tumpang tindih dengan UU lainnya. Juga, tidak membingungkan pihak-pihak terkait.

“RUU itu masih perlu dibahas mendalam dan kami di National Cyber Security Defence sudah membahas. Sehingga perlu dibicarakan dan duduk bersama agar jadi strategis serta bukan hanya operasional,” ujar Dewan Pakar National Cyber Security Defence, Hoga Saragih di Jakarta.

Kepala Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Bakrie ini menilai RUU Kamtansiber tidak boleh hanya sekedar berbicara operasional. “RUU Kamtansiber berada di tingkat tertinggi, terlebih di tengah kondisi teknologi yang terus berkembang,” katany.

RUU Kamtansiber perlu dibahas secara mendalam agar tidak tumpang tindih dengan aturan lain. Sebab, dia khawatir tumpang tindih aturan akan membuat pihak terkait kebingungan.

“Nanti kalau terjadi tumpang tindih ini yang kita jadi bingung. Kalau alat teknologi kan jalan-jalan saja. Tapi yang memutuskan ini, manusianya seperti apa,” ungkapnya.

Dia tidak mengentari materi yang akan dibahas dalam Diskusi Publik dan Simposium Nasional RUU Kamtansiber yang diselenggarakan BSSN. Setiap agenda terkait dengan RUU Kamtansiber harus mementingkan semua pihak tekait di lapangan.

“Semua pihak harusnya dilibatkan, diajak diskusi hingga akhirnya membawa kepentingan bersama,” tandasnya.

Selain itu, RUU Kamtansiber merupakan inisiatif DPR sebaiknya ditunda hingga benar-benar matang. Kematangan RUU mambuat implementasi ke depan akan efektif.

“Ini merupakan penyatuan Badan Siber dan Sandi Negara. Paling tidak sinergikan UU di atasnya itu dengan yang sekarang. Nah ini kan kelihatan ada tumpang tindih. Benahi dulu, duduk bareng, kemauannya apa dari lembaga dan komunitas agar bisa saling sinergi,” pungkasnya.[sam]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close