POLITICS

Pelemahan Rupiah, DPR Khawatirkan Perburuk Penanganan Covid-19

Indonesiaplus.id – Dikhawatirkan kemampuan keuangan Kementerian Kesehatan menghadapi penanganan wabah Covid-19 mengingat pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Kehawatiran anggota Komisi IX DPR Dewi Asmara disampaikannya dalam acara rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara virtual dengan jajara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan sejumlah instansi terkait, Rabu (8/4/2020).

Pertumbuhan ekonomi, kata Dewi, diprediksi hanya 2,3 persen nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sudah di posisi Rp16.000 sehingga harga barang impor akan meningkat.

Politisi Partai Golkar mengatakan di tengah mewabahnya Covid-19, dihadapkan para persaingan global yang juga mengalami krisis yang sama. Karena itu, semua negara juga membutuhkan alat perlindungan diri (APD) maupun alat kesehatan (alkes).

“Lalu, bagaimana Kemenkes menghadapi ini karena sebagian besar bahan baku obat, APD dan alkes berasal dari luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu, Dewi mempertanyakan bagaimana pihak Kemenkes menyediakan obat setidaknya untuk enam bulan dengan kondisi nilai rukar yang melemah tersebut.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IX dari Fraksi Gerindra Sutan Adil Hendra mengungkapkan kelangkaan masker dan APD di mana-mana.

Kalaupun ada masker yang dibuat standarnya tidak jelas karena diproduksi oleh masyarakat luas karena hanya melihat peluang pasar.

Juga, Sutan mendapati di tengah masyarakat banyaknya perusahaan yang membuat disinfektan tanpa melalui proses perizinan usaha.

Kondisi tersebut akan membahayakan karena beredarnya produk kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close