POLITICS

Cuitan ‘Si Caplin’ Ferdinand, Pengamat Hukum: Anak Kecil Juga Tahu

Indonesiaplus.id – Kontroversi kasus cuitan mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ditanggapi oleh pakar hukum tata negara, Refly Harun.

Refly menilai yang menuliskan pandangan atau analisanya di media sosial harus memperhatikan dan menjaga etika yang ada.

Sebab, seseorang memberikan pandangannya harus bisa membedakan mana pendapat, kritikan ataupun menuduh seseorang. Terkait cuitan Ferdinand, Refly menilai sudah sangat jelas siapa yang dimaksud oleh Ferdinand.

“Memang, jika kita membaca cuitan itu anak kecil pun tahu yang disasar kan tiga pihak,” ungkap Refly dalam akun YouTubenya seperti dikutip Jumat, (4/12/2020).

Nama Chaplin, kata Refly, kendati Ferdinand berdalih bahwa itu bukan Jusuf Kalla tapi semua orang paham, yang dia tunjuk adalah Jusuf Kalla.

“Iya, ada kumis, tapi kita tahu kan kumis Jusuf Kalla mirip-mirip Charli Chaplin pelawak legendaris yang membuat film tanpa suara tapi gerakannya sangat lucu,” katanya.

Selain kepada JK cuitan Ferdinand juga mengarah jelas kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Gubernur DKI Anies Baswedan Shihab.

Terkait tahun 2022 dan 2024 Refly melihat Ferdinand mengarahkan cuitannya untuk Pilkada DKI dan Pilpres 2024.

“Jadi, dalam konteks ini jelas sebenarnya walaupun menggunakan bahasa simbolik menghindarkan hukum, kalau saya kira dia sebutkan terang-terangan malah baik-baik saja karena itu merupakan pendapat, tapi pendapat dan fakta berbeda,” kata Refly.

Jika tujuan dari Ferdinand untuk menganalisa kondisi politik yang terjadi di tahun 2022 dan di tahun 2024, maka tak ada salahnya menyebutkan nama asalkan didukung dengan sumber yang kuat.

“Maka, jangan sampai pandangan tersebut dikeluarkan secara asal. Apa yang dicuitkan Ferdinand dinilai tidak sesuai etika. Tidak perlu menggunakan kata bus edan kalau menurut saya tinggal dibilang saja itu Anies Baswedan, 2022-2024, kalau mereka yang mengamati politik ya tidak usah canggih-canggih amat sudah paham kan konstelasi politik,” ujarnya.

Anak mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Muswira Kalla, melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamei atas dugaan fitnah melalui media elektronik ke Bareskrim Polri pada Rabu (2/12/2020).

Sebelumnya, Ferdinand di akun Twitter menuliskan ‘Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal. Tampaknya, presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan’.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close