POLITICS

PKS Luncurkan Logo Baru, Pengamat: Bidik Milenial dan Sikapi Parpol Islam

Indonesiaplus.id – Pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan logo partai. Dengan warna orange sebagai warna baru dalam logo dimaknai sebagai inklusifitas partai dalam menyongsong tantangan ke depan.

Perubahan logo organisasi atau partai merupakan hal biasa dalam merespons perubahan situasi dan kondisi. Setidaknya, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan PKS melakukan perubahan simbol partainya biar tercitrakan tidak ekslusif.

“Pertama, PKS ingin meramba suara anak muda milenial dan hal itu terlihat dari rekrutan mereka yang kini menduduki kursi Ketua DPP Bidang Pemuda, Mas Gamal,” ujar Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab, Kamis (3/12/2020).

Analis sosial politik asal UIN Jakarta itu, potensi suara milenial pada pemilu mendatang cukup signifikan dan menentukan. Juga, ditambah lagi potensi sumber daya manusianya yang terdidik dan inovatif tentu saja akan menjadi rebutan setiap partai.

“Ke depan, suara milenial cukup besar, setidaknya ada sekitar seperempat lebih suara pemilih itu milenial. Dan itu menjadi rebutan semua partai,” ungkap Fadhli.

Selanjutnya kemunculan partai baru berbasis massa Islam, misalnya Partai Ummat dan Partai Masyumi reborn. Sedikit banyak akan memengaruhi irisan basis massa PKS, meskipun hingga saat ini belum disahkan Kemenkumham. Ditambah lagi, perpecahan dikubu PKS yang kemudian melahirkan Partai Gelora pimpinan Anis Matta.

“Saya kira kondisi itu membuat PKS gusar, makanya harus ada perubahan logo, perubahan tagline dan jargon. Pola geraknya juga pasti harus berubah,” tandasnya.

Bagi Fadhli bahwa jika PKS tidak memilih perubahan, tentu saja akan berdampak pada perolehan suara elektoral di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Pasalnya, jika tidak begitu maka bisa diprediksi bahwa PKS terancam nyungsep di Pemilu ke depan,” tandasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close