NATIONAL

BNPB Minta Warga Tak di Radius 4 KM Puncak Gunung Soputan

Kamis, 4 Oktober 2018

Indonesiaplus.id – Gunung Soputan kini berstatus siaga. Hal ini setelah gunung yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan peningkatan intensitas vulkanik

“Pada pukul 11.00 – 12.00 meletus kembali dengan ketinggian 2500 meter, tidak ada korban jiwa karena statusnya siaga,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (3/10/2018).

Daerah berbahaya, kata Sutopo, berada pada 4 kilometer dari puncak gunung. Beruntung tidak ada perkampungan warga dalam radius tersebut.

Kendati terdapat hujan abu vulkanik yang dominan ke arah barat dan barat laut, sambung Sutopo, itu tidak sampai menuju ke arah Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Kota Palu. “Memang jadi tidak mengganggu aktivitas dan penerbangan yang ada di sana,” katanya.

Masyarakat di sekitar Gunung Soputan untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Hal tersebut sebagai langkah mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

“Pada kondisi seperti itu Gunung Soputan sering meletus, tapi yang terpenting di daerah berbahaya tidak ada masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, wilayah Kota Palu, Donggala dan Sigi diguncang gempa magnitudo 7,4 skala richter disertai gelombang tsunami pada Jumat, (28/9/2018) lalu.

Peristiwa nahas tersebut telah memakan ribuan korban jiwa. BNPB mencatat, hingga Rabu (3/10) pukul 13.00 WIB, terdapat 1.407 orang meninggal dunia dan 2.459 orang luka berat.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 113 orang hilang, 152 orang tertimbun, dan 65.733 rumah rusak berat. Selain itu, tercatat 70.821 warga yang terdampak gempa dan tsunami mengungsi di 141 titik.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close