HUMANITIES

Wapres JK: Jakarta Banyak Real Estate Mewah Harusnya Diimbangi Masjid Indah

Jumat, 12 Januari 2018

Indonesiaplus.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik banyaknya pembangunan gedung-gedung bagus di Ibu Kota Jakarta, namun sayangnya tak diikuti pembangunan masjid yang bagus pula.

“Seharusnya ada masjid yang baik. Ini penting juga. Contohnya Gubernur DKI, banyak tempat bagus tapi masjid tidak ada satupun di situ. Real estate-nya (banyak) itu tidak seimbang,” ujar Wapres saat mengukuhkan kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2017-2022 di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Kritik tersebut, juga disampaikan di depan Gubernur DKI Anies Baswedan yang baru saja terpilih masuk ke dalam keanggotaan Majelis Pakar DMI.

Pihaknya ingin agar pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum salah satunya untuk pembangunan masjid. “Ya, kalau seimbang. Kan ada fasos dan fasum, kan itu bisa (dibangun) untuk tempat ibadah baik masjid, gereja,” katanya.

Selain bicara soal masjid di Jakarta saja, JK juga meminta pembangunan masjid mewah di daerah juga diimbangi dengan kemakmuran rakyatnya.

“Masjidnya bagus semua marmer tapi begitu rumah-rumah pada gubuk-gubuk. Itu artinya masjid tak berhasil memakmurkan jamaah. Kita ingin sepadan, masjidnya baik juga sekitarnya makmur,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, JK menyoroti banyaknya masjid yang masih menggunakan pengeras suara yang terlalu memekakan telinga. Jika dibiarkan JK menilai hal tersebut bisa mengganggu masyarakat di sekeliling masjid.

“Seperti yang selalu saya katakan, jangan mengaji sebelum azan setengah jam (lalu) pakai kaset. Harus betul-betul dengan (suara) orang, cukup 5 menit saja. Speaker yang begitu keras sehingga mengganggu orang yang baru pulang kerja. Masjid harus ramah kepada masyarakat, itu harapan kita semua,” tutupnya.[Mor]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close