Tumbuhkan Wirusaha Siswa, Kemendikbud MoU dengan Kementerian KUKM

Kamis, 23 Februari 2017
Indonesiaplus.id – Untuk membangun semangat berwirausaha lingkungan satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.
Salah satu untuk merealisasikan target tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy dan Menkop UKM Puspayoga sepakat menjalankan program Pengembangan Perkoperasian dan Kewirausahaan di semua sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia.
Menteri Muhajir mengatakan, bahwa kerja sama untuk bersinergi dengan beberapa program Kemendikbud sedang berusaha mengubah pola pikir pelajar atau sering disebut revolusi mental. Sehingga dengan hadirnya koperasi di setiap sekolah, pelajar dan satuan pendidikan akan terbiasa belajar berwirausaha secara mandiri.
“Selain pengembangan koperasi-koperasi di sekolah, juga kami memiliki program yang bertujuan mengubah cara berpikir di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mulai dari pencari kerja menjadi wirausaha atau mencetak lapangan kerja sendiri,” ujar Muhadjir usai menandatangani MoU dengan Puspayoga di Gedung A Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Menurutnya, kesepakatan kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan menyusun petunjuk teknis sebagai aturan pelaksana untuk membangun koperasi di sekolah. “Tentu akan segera disusun aturan dan petunjuk teknis agar bisa diedarkan ke seluruh sekolah di Indonesia,” tandasnya.
Menteri Koperasi Puspayoga mengatakan, bahwa kerja sama yang saling menguatkan masing-masing peran kementerian dalam mengimplementasikan program sesuai yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Koperasi sekolah dan koperasi siswa bisa melayani setiap pembelian buku, alat tulis, dan sarana belajar lainnya. Tentu dengan bersinergi program dengan kementerian lain, program akan berjalan secara lebih efektif dan efisien, serta beban dari sisi anggaran pun menjadi berkurang,” ucapnya.
Menurutnya, kerja sama strategis ini dapat berjalan cepat dan lancar. Setelah Kemendikbud membuat petunjuk teknis, Kemenkop dan UKM akan langsung menjalin kesepakatan kerja sama dengan pemerintah semnua daerah untuk turut membina koperasi sekolah di wilayahnya masing-masing.
“Saya berharap juga pihak Kemendikbud segera mengirim MoU ini ke seluruh sekolah di Indonesia,” harpanya.
Kerja sama antarkementerian sangat penting, kata Puspayoga, selain untuk merumuskan kebijakan, kerja sama seperti ini juga memperkuat koordinasi implementasi program nasional.
“Hal ini merupakan perwujudan dari sinergi program antara kedua instansi dalam menyiapkan kader koperasi dan calon wirausaha yang berpendidikan,” katanya.
Sementara itu, Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menambahkan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong koperasi siswa agar lebih berkembang. Rata-rata setiap sekolah di Indonesia sudah memiliki koperasi, baik itu koperasi karyawan sekolah atau koperasi siswa.
“Dalam praktik di lapangan, kami menganjurkan para pemegang KIP berbelanja keperluan sekolah seperti buku, alat tulis, dan sebagainya, di koperasi-koperasi siswa atau koperasi sekolah. Sehingga agar lebih meningkatkan pemahaman siswa tentang koperasi, juga jami memiliki program pelatihan perkoperasian dan kewirausahaan bagi siswa dan mahasiswa,” katanya.
Tahun ini, selain menyasar warga miskin, pendistribusia KIP diperuntukan bagi anak yatim piatu. Maka Kemendikbud akan menggunakan basis data terpadu yang kemudian dicek silang dengan Dapodik untuk penyaluran KIP. Kemendikbud akan menargetkan menyalurkan sekitar 16,4 juta KIP.[Mor]





