HUMANITIES

Selamatkan Warga, Mensos Berikan Penghargaan Pada Dua Pelopor Perdamaian

Indonesiaplus.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) digelar di Yogyakarta 14-17 Oktober 2019 diisi dengan acara pemberian penghargaan bagi Pelopor Perdamaian.

Satu dasawarsa TKSK memiliki makna strategis, sekaligus momen penguatan pelaksanaan berbagai layanan sosial bagi masyarakat. Selama ini, TKSK sebagai relawan sosial telah membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.

“Saya ucapan terima kasih dan bangga pada TKSK telah menjadi ujung tombak dalam aksi sosial dan menjadi utama dalam menolong sesama, membantu masyarakat dan pemerintah, serta pemda dalam mengentaskan permasalahan sosial,” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dihadapan 700 TKSK dari seluruh Indonesia di Yogyakarta, Rabu (16/10/2019).

Untuk penghargaan, kata Agus, diberikan kepada dua Pelopor Perdamaian pada Puncak Acara Dasawarsa TKSK di Pelataran Candi Prambanan Yogyakarta, yaitu Yason Yikwa dan Titus Kogoya.

Sosok Yason Yikwa (52) seorang pendeta, warga Desa Dokoku, Distrik Kubiki, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Ia berhasil mengevakuasi sekitar 300 warga pendatang masuk ke Gereja Baptis Panorama di Phike ketika terjadi kerusuhan pada Senin (23/9/2019) pagi.

Ketika perusuh meminta agar warga yang di dalam gereja untuk keluar, Yason berusaha mempertahankan warga untuk bertahan di dalam gereja dan menemui para perusuh untuk melakukan upaya negosiasi. Berkat negosiasi tersebut, masyarakat pendatang yang berada di Gereja akhirnya keluar dari pelataran gereja dengan selamat.

Sosok heroik lainnya, adalah Titus Kogoya (45), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tolikora yang juga warga Kampung Mawampi, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Kerusuhan terjadi Ahad (29/9/2019), Titus dengan sejumlah pemuda menghadang perusuh di jalan masuk kampung. Bahkan ia menjadikan rumah keluarganya sebagai tempat berlindung dan mengungsi bagi 80 warga pendatang. Bagi Titus, sebagian besar warga pendatang sudah seperti saudaranya sendiri.

“Apa yang dilakukan Yason dan Titus sebagai penyelamatan heroik yang patut diapresiasi setinggi-tingginya. Keduanya bergerak membantu warga tanpa memandang suku, agama dan ras, serta rela mengorbankan nyawanya untuk keselamatan warga,” tandasnya.

Selain itu, kegiatan diisi dengan Sarasehan Wawasaan Kebangsaaan, donor darah, lomba dan pameran poster tentang gerakan masyarakat yang dikoordinir oleh TKSK diseluruh wilayah di Indonesia, pembagian leaflet dan merchandise untuk masyarakat, bakti sosial bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

Termasuk, ada pembagian perlengkapan kerja untuk Pedagang Kaki Lima, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kusuma Negara Yogyakarta, jalan sehat Lanjut Usia, penanaman pohon, bersih-bersih rumah ibadah dan lingkungan, serta acara puncak HUT TKSK: dialog dan pertunjukan kesenian rakyat.

Hadir Gubernur Yogyakarta Hamengkubuwono X, Komisi VIII DPR RI Ali Taher dan Ace Hasan Sadzly, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Inspektur Jenderal Dadang Iskandar, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin.

Juga, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Syahabuddin, Staf Ahli Mensos Sonny W. Manalu dan Harry Soeratin, Staf Khusus Mensos Neil Iskandar dan Febri Hendri, Staf Ahli Menteri serta pimpinan dan tokoh Orgaisasi Masyarakat dan Pilar-Pilar Sosial.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close