HUMANITIES

Perluas Pemberdayaan KAT, Mensos Gandeng Dunia Usaha

Indonesiaplus.id – Pemerintah terus mendorong dunia usaha agar berpartisipasi aktif dalam program pemberdayaan sosial bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk jangka panjang.

“Berdasarkan data kami, jumlah KAT saat ini ada 150.222 Kepala Keluarga (KK), ” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam Pertemuan Pemberdayaan KAT bertajuk “Bersama Hadir Membangun Negeri, Peduli Komunitas Adat Terpencil” di Hotel Harris Vertu Jakarta Pusat, Selasa (11/0/2020).

Upaya pemberdayaan membutuhkan sinergi dari pemerintah dan dunia usaha untuk bersinergi program yang bersifat jangka panjang, misalnya untuk infrastruktur, sekolah, fasilitas air bersih, serta pertanian.

Perpres No. 186 tahun 2014, dijelaskan KAT merupakan sekumpulan orang dalam jumlah tertentu yang terikat oleh kesatuan geografis, ekonomi, dan atau sosial budaya, serta miskin, terpencil, dan atau rentan sosial ekonomi.

“Tujuan pemberdayaan sosial KAT dimaksudkan untuk mengembangkan kemandirian warga KAT agar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, ” katanya.

Dari tahun ke tahun, Kementerian Sosial terus melakukan program pemberdayaan sosial KAT berupa pemberian layanan sosial dasar, seperti pembangunan pemukiman, bantuan jaminan hidup, penataan lingkungan serta penguatan keserasian sosial.

“Kegiatan ini belum mencukupi pemenuhan kebutuhan bagi warga KAT, sebab ada keterbatasan anggaran yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar serta jangkauan layanan dengan wilayah terbatas, ” ungkapnya.

Persoalan warga KAT tidak hanya keterpencilan, tetapi terkait kemiskinan, hak asasi manusia, ketersediaan kebutuhan dasar, isu marjinalisasi, ketidaksetaraan, keadilan, pemerataan pembangunan, serta pendidikan.

Kesehatan, persoalan tanah (ulayat), degradasi lingkungan hingga persoalan kesulitan penjangkauan wilayah akan diatasi dengan melibatkan pihak lain, baik pemerintah daerah, pihak swasta, lembaga kesejahteran sosial maupun dunia pendidikan.

“Mari berpartisipasi lebih banyak dunia usaha untuk pemberdayaan KAT. Kemensos tidak menerima bantuan langsung, namun dipersilakan dunia usaha melaksanakan dengan caranya sendiri, ” tandasnya.

Kemensos memberikan data sebaran lokasi dan kebutuhan KAT. Penyaluran bantuan bisa dilakukan melalui mekanisme yang ada di lembaga masing-masing, yaitu yayasan yang dimiliki oleh perusahaan ataupun bekerja sama dengan lembaga kesejahteraan sosial setempat yang dipercaya.

Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin menyatakan bahwa Kemensos telah melakukan pemberdayaan sosial tidak kurang dari 8.427 KK warga KAT.

“Pemberdayaan meliputi, pelayanan dasar namun beberapa sektor kebutuhan warga KAT di luar jangkauan Kemensos, seperti sarana lingkungan, jalan, kesehatan, pendidikan, hak sipil, serta perekonomian menjadi catatan penting ditindaklanjuti, ” ungkapnya.

Pertemuan ini diharapkan mampu menginventarisir kegiatan pemberdayaan KAT yang bisa disinergikan oleh pemerintah, swasta, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta Lembaga Sosial lainnya sehingga ada roadmap Sinergi pemberdayaan sosial KAT untuk tahun 2020 hingga 2021.

Selain itu, ada testimoni dan pengalaman pendampingan dan pemberdayaan oleh tokoh yang menjadi perintis sekaligus pelaku pendidikan alternatif bagi warga KAT di Indonesia, yaitu Saur Marlina Manurung, S.Ant atau karib disapa Butet Manurung, yang menekankan perlu menyelaraskan pemberdayaan dengan kearifan lokal.

Di akhir acara, berhasil terhimpun catatan yang menginventarisir kegiatan yang disepakati oleh dunia usaha untuk perluasan kegiatan KAT di beberapa lokasi yang akan dilaksanakan.

Hadir di acara tersebut, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Kepala BP3S Syahabuddin, Tim Teknis Menteri Restu Hapsari, Pimpinan Bank dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BNI, BRI, Mandiri, BTN, serta Dinas Sosial.

Juga, dari Forum Corporate Social Responsibility (CSR), Forum Pakar KAT, Organisasi Sosial, LKS dari seluruh Indonesia, perwakilan warga KAT, dunia usaha yang menyelenggarakan Undian Gratis Berhadiah, serta yayasan yang menyelenggarakan Pengumpulan Uang dan Barang.

Perusahaan yang hadir dan telah berpartisipasi dalam pemberdayaan KAT, yaitu PT Indomarco Prismatama,Tbk (Indomaret), SKK Migas, PT Petrochina International Jabung Ltd, PT Adaro Energy,Tbk, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan PT Sinar Mas, berupa sarana air bersih dan MCK di beberapa lokasi KAT, baik dari penggalangan donasi masyarakat maupun CSR.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close