HUMANITIES

Pendekar Inspiratif di Wakatobi Tegaskan Spirit dari Nawacita

Senin, 12 November 2018

Indonesiaplus.id – Tepat 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki, luluh lantak ketika bom atom Sekutu menghantam seluruh kota dan rasanya mustahil masih ada yang tersisa.

Dengan hati sangat sedih, Kaisar Jepang Hirohito bingung mau apa. Tak ada harapan lagi rasanya. Sambil mengela nafas panjang dan suara lirih, Kaisar bertanya kepada para panglima, “Berapa guru yang tersisa akibat bom atom?

Panglima terkejut. Kenapa bukan berapa jumlah rakyat yang jadi korban, berapa tentara tersisa atau berapa pesawat masih bisa terbang membalas serangan? Tapi kenapa justru guru yang menjadi sumber pertanyaan?

Kisah tersebut disampaikan Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah, Direktorat Sejarah, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Edy Suwardi, pada sesi guru dari kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Inspiratif (Pendekar Inspiratif) di Wanci, Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Digelar di Aula Pesanggrahan Budaya Taman Budaya Wakatobi Jl. Ki Hajar Dewantara Nomor 5, Wanci, Kamis (8/11/2018).

Dari sepenggal kisah di atas, menegaskan betapa besar peran guru dalam membangun masa depan bangsa. Bukan tentara, ekonom, konglomerat atau politikus, yang mempengaruhi kekuatan dan kemajuan sebuah negara.

Melainkan pendidikanlah yang menentukan tinggi rendahnya peradaban dari sebuah bangsa. Sehingga peran guru tidak bisa tergantikan oleh siapapun.

Pesan penting ini digarisbawahi oleh Bupati Wakatobi Arhawi, bahwa pendidikan karakter menjadi ujung tombak sebuah sikap, etos dan jati diri personal generasi sekarang, nantinya diharapkan bisa membangun sebuah masa depan bangsa yang lebih baik.

Pendekar Inspiratif menjadi sebuah cara unik dan jitu menggenapkan tujuan mulia tersebut, sehingga menjadikan Kabupaten Wakatobi satu dari 10 destinasi wisata sesuai dengan arahan Kantor Staf Presiden (KSP) tahun ini.

Pendekar inspiratif menghadirkan guru serta siswa SD dan SMP dan kegiatan dibagi dalam dua sesi, dengan memutarkan dua judul film “Ada Surga di Rumahmu” dan “Kau dan Aku Cinta Indonesia.”

Usai pemutaran film, dilanjutkan sesi dialog interaktif dengan menghadirkan narasumber. Pada sesi guru hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi Nur Saleh, Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah Edy Suwardi, Guru Inspiratif Wa Ode Nurhayati, serta artis film “Ada Surga di Rumahmu” KGS Muhammad Ditra dengan moderator Hasanul.

Sedangkan di sesi dialog interaktif siswa, menghadirkan Kadisdikbud Wakatobi Nur Saleh, Herliswanny perwakilan dari Kemendikbud, siswa berprestasi M. Resky Tomy Inata, serta artis film “Kau dan Aku Cinta Indonesia,” Elang Gibran Rosadi yang dimoderatori oleh Hasanul.

Pendekar Inspiratif 2018 ini, merupakan perwujudan nyata dari ide besar narasi Nawacita melalui pendidikan karakter yang bermuatan utama nasionalisme, relijius, gotong royong, serta integritas.[mor]

Related Articles

Back to top button