HUMANITIES

Konsep Islam Berkemajuan Dimatangkan Ulama Muhammadiyah

Kamis, 7 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Para cendekiawan dan ulama Muhammadiyah berkumpul dalam Maarif Institute di Hotel  Sari Pacific, Jakarta Pusat.

Acara belangsung 6-8 Februari 2019 ini menghadirkan para cendekiawan, ulama, pengurus pimpinan wilayah, serta pengurus pimpinan daerah Muhammadiyah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Maarif institute, Muhd Abdullah Darraz, kegiatan ini bertujuan menggali perspektif para ahli tentang konsep Islam Berkemajuan, yang dipandang sebagai model Islam moderat dalam perspektif Muhammadiyah.

“Umat saat ini dapat melihat persoalan dengan jernih, senantiasa berada di tengah, tidak partisan dan mampu  menjadi bagian dari solusi,” ujar Abdullah, Rabu (6/2/2019)

Pada sisi lain, Muhammadiyah harus mampu merumuskan kembali visi-misi Islam Berkemajuan yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Persoalan Islam berkemajuan sekaligus rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta) harus menjadi visi-misi bersama untuk menjadikan Islam sebagai agama teladan yang sukses berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia masa depan berkemajuan, yaitu Indonesia yang Berketuhanan, Berperikemanusiaan, Bersatu, Berdaulat, Berdemokrasi dan Berkeadilan Sosial,” ungkapnya.

Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengatakan, Muhammadiyah dalam persoalan kebangsaan seharusnya tidak lagi hanya berperan sebagai pembantu negara, namun lebih jauh bisa berperan  lebih luas sebagai penentu dan pemandu jalan sejarah bangsa.

“Saya kira ini harus menjadi peran strategis Muhammadiyah ke depan dengan visinya Islam Berkemajuan,” katanya.

Syafiii berharap melalui halaqah ini dapat memberikan prespektif baru, dimana Islam harus memberikan optimisme untuk masa depan bagi bangsa Indonesia.

“Tentu saja kita harus memunculkan Islam yang memberi harapan, yang memberi optimisme untuk masa depan, bukan Islam yang dikategorikan sebagai sumber kekacauan, sumber terorisme,” ungkapnya.

Ke depan, Halaqah ini agar bisa menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditunjukan baik secara internal kepada organisasi Muhammdiyah, maupun rekomendasi kebangsaan yang akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close