GLOBAL

Putin: Rusia Kembangkan Rudal Lima Kali Kecepatan Suara

Kamis, 7 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Pasca Amerika Serikat menarik diri dari traktat pengendalian senjata yang ditandatangani pada era Perang Dingin, Presiden Rusia Vladimir V Putin melontarkan peringatan bahwa negaranya terus mengembangkan rudal hypersonic yang bisa melesat lima kali kecepatan suara dan “tidak bisa ditaklukkan”.

Meskipun dia memerintahkan militernya untuk memperluas landasan peluncuran dan meningkatkan kecanggihan roket-roketnya, namun Putin menginstruksikan Menteri Pertahanan Sergei K Shoigu untuk tetap menyesuaikan dengan batasan anggaran 2019 dan sesudahnya.

“Kita tidak boleh dan tidak akan membiarkan diri kita terseret dalam perlombaan senjata yang mahal,” ujar Putin kepada Shoigu dalam pertemuan akhir pekan lalu di Kremlin, menurut transkrip yang dirilis oleh Moskwa.

Selasa (5/2/2019), Shoigu menyampaikan kepada para perwira militer pada akhir tahun depan Rusia akan mengembangkan versi peluncuran darat dari rudal hypersonic yang telah dibangun, dan juga mengembangkan versi peluncuran darat Kalibr, rudal jelajah Rusia yang selama ini diluncurkan dari laut.

Rudal darat memilii jangkauan 500 sampai 5.500 kilometer dilarang dalam trakat tahun 1987 yang ditandatangani oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet ketika itu, Mikhail S Gorbachev.

Namun, traktat itu menjadi kehilangan kekuatannya setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan akan menarik diri karena menurut mereka Rusia telah berulang kali melanggarnya.

Moskwa membantah melakukan pelanggaran, tetapi segera merespons dengan mengatakan akan mengembangkan sistem persenjataan yang sebelumnya dilarang.

Pengembangan rudal hypersonic pertama kali diumumkan pada Maret 2018 ketika Putin melontarkan ancaman ke negara-negara Barat bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir generasi terbaru, termasuk rudal jelajah dan torpedo dengan hulu ledak nuklir.

“Ini seperti anggur tua di dalam botol yang baru,” ujar Hans Kristensen, direktur Nuclear Information Project di Federation of American Scientists.

“Fakta bahwa mereka mengatakan bisa melakukan ini begitu cepat setelah pengumuman dari pihak AS menunjukkan mereka justru tidak sedang merencanakan sesuatu yang baru dan radikal.”

Bahkan, sejumlah pakar menilai pernyataan Putin itu sebagai gertakan, karena betapa pun hebatnya teknologi Rusia, ada batasan anggaran yang bisa dipakai Kremlin.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close