HUMANITIES

Komitmen Poltekesos Lanjutkan Peran Aktif Tangani Pandemi Melalui Layanan Dukungan Sosial

Indonesiaplus.id – Sebagai bagian dari Kementerian Sosial RI, Politeknik Kesjahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung berkomitmen melanjutkan peran aktif dalam upaya penanganan pandemi Covid -19 melalui layanan dukungan psikososial.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BNPP, Rumah Sakit Darurat Covid 19 dan relawan Peduli Covid-19 sepakat untuk melanjutkan berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Pemerintah dan pakar kesehatan terus mewaspadai akan adanya kemungkinan terjadi gelombang pandemi, sebab efek penurunan level PPKM berujung pada bergeraknya dinamika masyarakat di segala sektor. Salah satu hasil pengamatan di lapangan menunjukkan menurunkan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Pada hakikatnya, layanan dukungan psikososial yang dikembangkan tidak semata untuk Covid-19, melainkan semua sektor yang masuk dalam kategori bencana. Pandemi Covid-19 dalam kajian kesehatan sudah mampu dikendalikan, tetapi efek sosialnya masih menjadi bagian yang harus diamati dan dilakukan pendampingan, baik yang terkait dengan trauma, kekhawatiran efek penyerta pasca Covid-19, sikap dan perilaku masyarakat, kebutuhan informasi atas layanan pengaduan yang sewaktu-waktu situasi kritis, seperi pada Juli 2021 jumlah terpapar meningkat, rumas sakit penuh serta korban tewas bertambah banyak.

Aksi Poltekesos sesuai dengan kapasitas dan kompetensi berupa menurunkan tenaga terlatih dalam layanan dukungan psikososial. Juga, Poltekesos menjadi bagian dalam tim penguatan tenaga relawan yang diinisiansi akan ada di semua Provinsi di seluruh tanah air.

Hingga saat ini, Poltekesos telah mengadvokasi di 11 Provinsi, memperkuat langkah yang sudah ditempuh oleh Bidang Koordinasi Relawan, salah satu bidang yang masuk dalam struktur Satgas dan Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Untuk selanjutkan terus dilakukan di lima Provinsi lainnya.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekesos Bandung, Yuti Ismudiati, menyatakan, bahwa layanan dukungan psikososial menjadi salah satu platform yang terstruktur dalam program pengabdian kepada masyarakat.

“Rangkaian telah dirancang dengan menawarkan tenaga-tenaga terlatih dalam layanan dukungan psikososial sesuai karakteristik kebencanaan maupun urgensi masalah yang patut ditangangi seperti kedisabilitasan, keterlantaran, keterasingan, serta korban eksploitasi, ” tandas Yuti di Bandung, Ahad (21/11/2021).

Salah satu tenaga layanan dukungan psikososial, Milly Mildawati menyatakan, bahwa cara kerja penanganan berkategori kebencanaan diarahkan pada terbangunnya kemampuan dan kepercayaan diri dari korban bencana, di antaranya penyintas Covid-19.

“Kami terlatih untuk membangun kembali rasa kekuatan diri dan semangat bahagia. No one left behind, ” tandas Milly.

Untuk mendukung layanan dukungan psikososial, dibutuhkan kompetensi dan keterampilan praktik layanan selalu diperbarui secara terjadwal di Poltekesos baik secara keilmuan maupun praktik di lapangan.

“Pengalaman berbagai pengananan kasus kebencanaan di tanah air menjadi benchmark dalam menetapkan modul pelatihan bagi tenaga tenaga layanan dukungan psikososial, ” tandas Bambang Sugeng, salah satu tim manajemen di Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Poltekesos Bandung.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close