HUMANITIES

Komisi VIII DPR Apresiasi dan Usulkan Juliari P Batubara Dapat Penghargaan

Indonesiaplus.id – Beredar luas rekaman video dari politikus Marwan Dasopang yang juga Anggota Komisi VIII di media sosial hari ini yang mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar Menteri Sosial Juliari P. Batubara diberikan penghargaan.

Menurut Marwan bahwa kinerja Mensos Juliari mampu menghindarkan Indonesia dari kerusuhan atau chaos. Ia memuji Mensos Juliari yang berani terus maju mengemban tugas mengatasi dampak sosial dari pandemi. Padahal prediksi para pengamat pandemi bisa mengarah ke chaos.

“Mulai dari chaos sosial merembet ke masalah keamanan dan politik. Ternyata ramalan itu tidak terbukti. Maka tugas berat yang dibebankan kepada Mensos dan team terjawab sudah dan prediksi pengamat tidak terbukti,” ujar wakil rakyat dari Sumatera Barat ini pada Rapat Kerja (Raker) Menteri Sosial dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Ketika chaos tidak terbukti, ia menganggap urusan kekhawatiran sudah terlewat. “Sekarang masuk ke perbaikan ekonomi. Tapi urusan sosial sudah selesai. Karena itu saya setuju dengan Pak Bukhori, anggota Komisi VII Fraksi

PKS, selain Komisi VIII merekomendasikan sebetulnya Presiden layak memberikan penghargaan kepada Mensos, ” ungkapnya.

Bagi Marwan, di lapangan masih ditemukan satu dua kasus masyarakat merasa pelayanan kurang cepat, bantuan kurang tepat.

“Biasa itu di lapangan, karena rencana kerja dan anggaran 2021, sudah dijawab Pak Juliari. Termasuk rumitnya penyaluran bansos itu karena datanya kurang tepat, sudah dijawab di sini ada anggaran Rp1 triliun,” katanya.

Komisi VIII mengapresiasi kinerja Kemensos termasuk tingginya realisasi di tengah meningkatnya anggaran. Mereka juga mengapresiasi capaian Kemensos dibuktikan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, Komisi VIII DPR-RI menyetujui usulan anggaran Kementerian Sosial untuk TA 2021 sebesar Rp92,817 triliun. Anggaran ini naik Rp30,793 triliun atau naik sebesar 49,65%, dari pagu indikatif TA 2020 Rp 62,024 trilliun.

Mensos Juliari P Batubara mengapresiasi dukungan dari Komisi VIII dan ada tiga pertimbangan mendorong penyusunan TA 2021. Pertama, kejadian dan tren bencana yang cenderung meningkat sehingga perlu dibarengi dengan upaya penguatan kesiap-siagaan.

“Tahun depan, merupakan tahun pemulihan ekonomi sehingga perlu pemberdayaan sosial dan padat karya. Juga, terakhir ada kebutuhan meneruskan target pembangunan yang tertunda pada 2020, akibat refocussing anggaran penanganan Covid-19,” pungkasnya.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close