HUMANITIES

HAN 2021, Kemensos Gelar Acara Mendongeng Budayaku, Ajak Anak Belajar Bersama Budaya Indonesia

Indonesiaplus.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021 mengambil tema, “Mendongeng Budayaku” yang mengajak anak belajar bersama budaya Indonesia dengan cara yang asyik.

“Peringatan HAN 2021 terselenggara atas arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini agar anak Indonesia mengenalkan budaya Indonesia seperti dongeng, bahasa daerah, tarian daerah, makanan khas, pakaian adat hingga tempat wisata khas di beberapa daerah di Indonesia,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/7/2021).

Acara “Mendongeng Budayaku” ini diselenggarakan secara virtual dan dihadiri lebih dari 500 anak melalui virtual meeting dan youtube Kementerian Sosial RI. Acara agar bisa meningkatkan minat anak-anak dalam membaca dan mendengar dongeng-dongeng setiap daerah. Walau tidak semua budaya ditampilkan, namun dengan beberapa dongeng, bahasa daerah, tarian daerah, makanan khas, pakaian adat hingga tempat wisata khas daerah ini bisa mengenalkan kembali betapa kaya budaya Indonesia.

Menghadirkan pendongeng terkenal di Indonesia, Rona Mentari yang akrab disapa Kak Rona. Beliau menceritakan sebuah dongeng rakyat Jambi yang berjudul “Kelingking”.

Sebuh dongeng mengisahkan seseorang bertubuh kecil namun mampu mengusir raksasa yang selalu mengganggu kampungnya dengan cara yang unik dan penuh keberanian. Dongeng ini menyita perhatian anak-anak yang hadir secara virtual.

Tampak antusias anak-anak terlihat kala dongeng selesai diceritakan. Mereka bisa menjawab beberapa pertanyaan terkait dongeng, mulai dari daerah asal dongeng tersebut, tokoh-tokoh yang berperan dalam dongeng hingga pesan moral dari dongeng tersebut.

Salah satu Anak, Bingen menjawab pesan moral dari dongeng tersebut. “Pesan moralnya kita tidak boleh meremehkan orang yang bertubuh kecil,” jawabnya dengan semangat.

Seraya Kak Rona membenarkan jawaban Bingen dan menyempurnakannya. “Betul sekali pesannya. Jadi apabila kita punya banyak keterbatasan, apapun itu kita tidak boleh berkecil hati, karena pasti ada kelebihan dibalik keterbatasan itu,” jelas Kak Rona.

Selain itu, acara juga diisi oleh penampilan anak-anak, yaitu Naura Fatihah asal Palembang yang mendongeng cerita rakyat Palembang berjudul “Jugil”. Dilanjutkan dengan penampilan Arnesta dari Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur yang mendongeng cerita rakyat Alor berjudul “Bunanema dan Kallang Buri”.

Juga ditampilkan video tarian khas dari beberapa daerah di Indonesia diantaranya Tari Japin Melayu dari Sumatera, Tari Topeng Panji dari Cirebon, Tari Indang dari Sumatera Barat, Tari pontatnu dari Sulawesi, Tari Tor Tor Kreasi dari Sumatera Utara, Tari Jaipong dari Jawa Barat dan Tari Yapong dari Jakarta.

Pada akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang Lomba Mendongeng dan Lomba Menari bagi anak-anak. Kategori mendongeng dimenangkan oleh Naura Fatihah dari Palembang, Andi Azizah dari Ciamis, Arnesta dari Alor, Athifatur Zafira dari Bengkulu dan Eko Subagio.

Untuk kategori Lomba Menari dimenangkan oleh Rumah Kreatif Wijaya Barudak Lembur, Nikeisha Adhry Aurelia, Dira dari Laskar Tari, Melaya, Naysa Nathaniela, pandemic Titen, dan Khansza Nurani Tari Canting Mas.

“Kami berharap acara ini bisa mengajak anak-anak untuk belajar bersama dengan cara yang asyik agar anak-anak tidak terbebani,” pungkas Kanya.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close