HUMANITIES

Edi: Semua Pihak Harus Dukung Lansia Tetap Sehat, Produktif dan Mandiri

Indonesiaplus.id – Berdasarkan data hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2018, bahwa penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 24,49 juta jiwa.

“Diprediksi terus meningkat di tahun mendatang. Sebagai bangsa berstruktur tua harus mengambil langkah antisipatif agar lansia lebih sehat, produktif dan terus berperan dalam pembangunan bangsa, ” ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto mewakili Mensos sebagai pembicara kunci pada seminar & talk show yang digelar Lansia Aktif Peduli (Lantip) Indonesia di Gedung Tribrata, Jakarta, Ahad (6/10/2019).

Tema seminar dan talkshow, “Peran Lansia dalam Pembangunan Indonesia”, dilanjutkan dengan launching perkumpulan Lantip Indonesia yang telah berdiri sejak 22 Maret 2018 oleh Taufiequrachman Ruki.

Untuk mewujudkan, kata Edi, kebijakan yang mendukung lansia tetap produktif, mandiri, sejahtera dan bermartabat dengan empat arahan strategis.

Pertama, pemerintah pusat dan daerah harus menguatkan kepada para keluarga yang memiliki lansia di rumahnya.

Kedua, pemerintah pusat dan daerah harus mendorong dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat berpartisipasi mendukung para lansia, memberi kesempatan kerja sesuai kemampuan, dan menyediakan ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri mereka.

Ketiga, manfaat kamera digital untuk menyediakan pelayanan terbaik bagi para lansia, agar mereka bisa memanfaatkan layanan negara yang bersifat online dan secara mandiri.

Keempat, pemerintah pusat dan daerah harus memastikan kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum, mencakup puskesmas ramah lansia, fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, terminal bus, stasiun kereta api, dan taman kota perlu ditata ulang dengan memerhatikan kebutuhan khusus dan keterbatasan Lansia.

Sikap hormat terhadap lansia tidak sekedar bagian dari budaya bangsa. Jauh dari itu sebagai penghargaan atas pengabdian dan kearifan yang telah mereka berikan kepada keluarga, masyarakat, serta bangsa.

“Mereka membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitarnya. Maka, dipandang perlu untuk menciptakan lingkungan ramah sehingga mereka bisa merasa nyaman menjalani kehidupannya,” katanya.

Pembicara lainnya dengan rentang usia di atas 80 tahun, di antaranya Soebroto, Guru Besar FE UI; Moeryati Soedibyo, Anggota Dewan Penasehat SOKSI; Jacob Utama, Pendiri Kompas; serta Titiek Puspa, tokoh seniwati Indonesia.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close