HEALTH

Ahli Lab: Tisu Basah Mengadung MI Picu Ruam Kulit Bayi

Selasa, 17 Januari 2017

Indonesiaplus.id – Pada umumnya, kondisi kulit bayi masih sensitif sehingga rentan terkena ruam. Ruam terjadi di daerah popok lembab, kini banyak orangtua melaporkan bayi mereka mengalami reaksi alergi parah pada kulit tangan dan wajah akibat penggunaan tisu basah bayi tersebut.

Para ahli dari laboratorium Health, Beauty and Environmental Sciences di Good Housekeeping Institute, beberapa tisu basah bayi mengandung bahan pengawet yang disebut methylisothiazolinone (MI), yang dapat menyebabkan reaksi alergi berupa ruam jika dibiarkan terlalu sering dan lama pada kulit bayi.

Menurut Sabina Wizemann, Chemist Senior di laboratprium, bahwa MI biasa terdapat pada produk kecantikan tubuh bayi, seperti losion. “Kami merekomendasikan untuk menghindari dahulu penggunaan losion, krim wajah, dan tisu bayi yang mengandung MI,” ucapnya.

Namun, kandungan MI pada shampo dan kondisioner bayi terbilang lebih kecil dan dinilai aman oleh Cosmetic Ingredient Review (CIR), sebuah organisasi penelitian di Amerika Serikat. Para ahli menyelidiki bahaya MI sejak tahun 1994, ketika CIR mengevaluasi bukti klinis bahwa MI dapat menyebabkan reaksi alergi.

Tapi sayangnya, 20 tahun kemudian, mereka menganggap bahwa MI aman dalam konsentrasi kecil (0,01%) untuk produk shampo atau kondisioner. Sedang tahun ini, Uni Eropa setuju untuk melarang MI sebagai bahan pengawet dalam produk kosmetik.

Perusahaan besar, seperti Pampers dan Huggies, sudah tidak menggunakan MI dalam produk mereka, dan para ahli menyarankan Anda untuk melihat daftar bahan sebelum Anda membeli produk popok dan produk yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

Perlu diingat bahwa bahkan produk yang dipasarkan sebagai “natural” atau “alami” ada yang mengandung MI. Kami merekomendasikan untuk menggunakan popok bayi yang tidak mengandung jejak MI.[Mas]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close