HEALTH

Ada Enam Efek Samping Konsumsi Bawang Putih

Indonesiaplus.id – Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan bawang putih untuk pengobatan, ternyata ada efek samping bagi kesehatan.

Di satu sisi memang bisa membantu menyembuhkan beragam penyakit. Namun, di sisi lainnya ada efek samping yang perlu Anda ketahui dari bawang putih, seperti dilansir laman Stylecraze, Kamis (29/8/2019).

Berpengaruh bagi hati
Betapa pentingnya kesehatan hati, sebagai salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia. Hati bisa saja terluka oleh konsumsi bawang putih yang berlebihan.

Kendati kaya akan antioksidan, sesuai penelitian di India, bawang putih bisa menyebabkan keracunan bagi hati jika dikonsumsi berlebihan.

Berdasarkan temuan serupa telah dicatat dalam laporan yang diterbitkan oleh University of Penn State – bawang putih, meskipun sebenarnya tidak beracun, namun bisa menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi berlebihan.

Akibatkan bau mulut tak sedap
Hal isa melukai kepercayaan diri seseorang. So, dengan bau mulut bisa membuat orang tidak percaya diri dan itu dampak mengonsumsi bawang putih.

Salah satu laporan dari Italia, napas yang bau dan bau badan adalah dua efek samping paling umum yang terkait dengan bawang putih.

Juga, kurangnya kebersihan pribadi bukan satu-satunya penyebab bau badan, karena konsumsi bawang putih juga bisa menyebabkan hal yang sama. Bau bawang putih telah ditemukan tertinggal di mulut lama setelah disikat.

Sedangkan para ahli tertentu percaya bahan kimia dalam bawang putih yang berkontribusi pada bau mulut adalah bahan kimia yang sama yang juga memberikan manfaatnya.

Terkahir, dengan bau mulut tersebut bisa memalukan karenanya Anda mungkin perlu berpikir dua kali sebelum mengonsumsi bawang putih. Solusinya bisa menggunakan semprotan yang menyegarkan.

Akibatkan mual, muntah dan mulas
Sebuah laporan diterbitkan oleh National Cancer Institute, mengonsumsi umbi bawang putih segar atau ekstrak atau minyak bawang putih pada saat perut kosong bisa menyebabkan mual, muntah, dan mulas.

Penelitain dan observasional tertentu juga menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara oral bisa menyebabkan mulas dan mual.

Laporan diterbitkan oleh Harvard Medical School, bawang putih adalah salah satu makanan yang bisa menyebabkan GERD (penyakit gastroesophageal reflux).

Memungkinkan kena diare
Pada saat perut kosong kemudian mengonsumsi bawang putih bisa menyebabkan diare. Ada laporan lain menyatakan bawang putih menjadi makanan pembentuk gas dan karenanya bisa memicu diare.

Bisa perparah pendarahan
Ada efek samping dari bawang putih ini dalam laporan yang diterbitkan oleh University of Maryland Medical Center, bahwa bawang putih bisa meningkatkan risiko pendarahan.

Mengonsumsi bawang putih saat perut kosong juga bisa menyebabkan diare. Laporan lain menyatakan bawang putih menjadi makanan pembentuk gas dan karenanya bisa memicu diare.

Tak salah, sebabnya bawan putih tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah. Terutama jika Anda menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin, clopidogrel, dan aspirin.

Ini benar terutama kasus bawang putih segar. Penting juga untuk dicatat bahwa lebih baik untuk menghentikan konsumsi bawang putih setidaknya dua minggu sebelum operasi yang dijadwalkan – karena bisa memperpanjang perdarahan dan mengganggu tingkat tekanan darah.

Menyebabkan masalah lambung
Di Jepang telah dilakukan sebuah penelitian dan menyatakan bahwa produk bawang putih salut enterik, usai dikonsumsi bisa menghasilkan kemerahan pada membran mukosa lambung.

Perlu kehati-hatian harus dilakukan sebelum menggunakan bawang putih dan produk terkait karena mereka mungkin memiliki efek tertentu yang tidak diinginkan pada kesehatan lambung.

Dengan sederet fakta di atas, berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa tidak ada bukti yang menghubungkan asupan bawang putih dengan pencegahan kanker lambung.

Bahkan, dalam satu laporan diterbitkan oleh University of Maryland Medical Center menyatakan bahwa bawang putih sebagai salah satu makanan yang harus dihindari untuk mengobati GERD.[was]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close