ECONOMY

Terdapat 4 Sentimen Dongkrak Harga Minyak Ke Level Tertinggi Sejak 2018

Indonesiaplus.id – Pada akhir perdagangan Rabu (20/10/) waktu AS atau Kamis (21/10) pagi WIB harga minyak menguat. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menetap di US$85,82 per barel atau naik 0,9 persen.

Kondisi tersebut merupakan level harga tertinggi sejak Oktober 2018. Harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan November naik 91 sen atau 1,1 persen ke level US$83,87 per barel dan kontrak WTI lebih aktif untuk pengiriman Desember naik 98 sen menjadi US$83,42 per barel.

Hal iltu terjadi akibat ditopang oleh empat sentiman. Pertama, usai persediaan minyak mentah AS di Cushing, Okhlahoma merupakan tempat penyimpanan terbesar negara itu turun ke level terendah dalam tiga tahun.

Berdasarkan penjelasan Badan Informasi Energi AS (EIA), bahwa stok minyak mentah AS turun 431 ribu barel pada seminggu terakhir. Kedua, penurunan tajam stok bahan bakar nasional AS.

Sednagkan, untuk bensin, stok anjlok lebih dari 5 juta barel. Penurunan pasokan itu memberi sinyal ke pasar bahwa permintaan minyak meningkat sehingga membuat harganya terkerek.

Ketiga, pengetatan pasokan yang dilakukan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). “Permintaan yang lebih kuat dan kekhawatiran tentang penurunan persediaan ketika penyulingan sudah beroperasi pada tingkat rendah selama musim pemeliharaan membuat orang khawatir tentang apa yang akan terjadi ketika penyuling harus meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan bensin dan sulingan yang sangat kuat,” ungkap Phil Flynn, analis energi senior di Price Futures Group di Chicago.

Keempat, harga minyak masih mendapatkan topangan dari krisis energi akibat lonjakan harga gas di sejumlah negara. Kondisi itu memicu peralihan konsumsi energi dari gas ke minyak sehingga membuat kenaikan harga tak terbendung.

Selain itu, Menteri Energi Arab Saudi menyatakan, bahwa pengguna yang beralih dari gas ke minyak menaikkan permintaan 500 ribu- 600 ribu barel per hari, bergantung pada cuaca musim dingin dan harga sumber energi lain.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close