Lesatan Dolar Dekati Level Tertinggi dan Rupiah Merayap
Senin, 17 Desember 2018
Indonesiaplus.id – Pada akhir perdagangan, Senin (17/112/2018), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup merayap.
Kendati cenderung sedikit membaik., terpantau di sesi sore perdagangan awal pekan, rupiah naik tipis mengiringi lesatan dolat mendekati level tertinggi dalam 18 bulan.
Berdasarkan data Yahoo Finance rupiah mulai membaik menjadi Rp14.575/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.578/USD.
Pergerakan harian rupiah mengawali pekan ketiga Desember 2018 berada pada posisi Rp14.533 hingga Rp14.625/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga meningkat ke level Rp14.580/USD dibandingkan sesi pekan kemarin Rp14.581/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.580-Rp14.625/USD.
Limas merilis, rupiah berbanding terbalik usai tenggelam sangat dalam menjadi Rp14.700/USD. Angka ini menjadi catatan terburuk mata uang Garuda, bahkan dibandingkan Jumat kemarin pada level p14.687/USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di bulan November menunjukkan kejatuhan kelevel Rp14.617/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih rentan hingga tertekan kembali melemah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.538/USD.
Sementara itu, dolar bertahan di dekat level tertinggi 18 bulan pada perdagangan Senin, didukung oleh pembelian safe-haven karena meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang mengurangi selera untuk aset berisiko seperti saham dan mata uang Asia.
Indeks dolar yang mengukur nilainya versus enam mata uang utama sedikit berubah pada posisi 97,44, di bawah level tertinggi 18 bulan di level 97,71 yang dicapai pada hari Jumat, kemarin. Dolar Australia, sedikit lebih rendah menjadi 0,7174 terhadap dolar AS.[sal]





