ECONOMY

Dolar AS Bergerak Melambat dan Rupiah Moncer di Kisaran Rp14.076

Indonesiaplus.id – Perdagangan pasar spot pada Selasa (19/10/2021) sore. Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.076 per dolar AS. Mata uang Garuda menguat 34 poin atau 0,24 persen dibandingkan Rp14.110 per dolar AS pada Senin (18/10).

Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.080 per dolar AS atau menguat dari Rp14.096 per dolar AS pada Senin kemarin.

Di Asia, rupiah menguat bersama mayoritas mata uang lain, seperti won Korea Selatan yang menguat 0,75 persen, baht Thailand 0,62 persen, yuan China 0,49 persen, dolar Singapura 0,39 persen, yen Jepang 0,29 persen, dan peso Filipina 0,23 persen.

Sedangkan, untuk dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, rupee India minus 0,12 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,29 persen.

Mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,73 persen, rubel Rusia 0,47 persen, dolar Kanada 0,43 persen, franc Swiss 0,43 persen, poundsterling Inggris 0,43 persen, dan euro Eropa 0,35 persen.

Menurut senior Analis DC Futures Lukman Leong bahwa penguatan mata uang Garuda terjadi karena indeks dolar AS yang tiba-tiba berbalik melemah pada hari ini.

Adanya pelemahan itu terjadi dipengaruhi pelaku pasar mengantisipasi prospek kebijakan pengetatan likuiditas dari bank sentral AS, The Federal Reserve yang kembali berhembus.

“Para pelaku pasar menjadi cenderung lebih agresif dan lebih condong ke risk appetite,” ujar Lukman.

Juga selain sentimen The Fed, para pelaku pasar menanti data pendapatan korporasi besar AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see, sehingga meninggalkan mata uang negeri Paman Sam.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close