Wakil Ketua Komisi VIII dan Ketua KND Apresiasi Inovasi Kemensos Untuk Alat Bantu Disabilitas
Indonesiaplus.id – Kebijakan Kementerian Sosial untuk mengembangkan inovasi alat bantu bagi penyandang disabilitas diapreasiasi Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Dante Rigmalia.
Inovasi dalam pembuatan alat bantu tersebut meupakan salah satu bentuk terobosan selain juga memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas.
“Kami apresiasi langkah Kemensos dalam pengembangan inovasi alat bantu. Terlebih, itu dilakukan dengan melibatkan para penyandang disabilitas,” ujar Dante saat menghadiri kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2021 di Balai Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/12/2021).
Selain Dante Rigmalia, juga hadir Sekjen Kemensos Harry Hikmat dan Wakil Ketua Komisi VIIl DPR RI Diah Pitaloka.
Kemensos, kata Dante, telah melakukan terobosan dengan menggantikan alat bantu dari manual ke elektronik. “Saya kira ini memudahkan mobilitas dan akhirnya produktifitas bisa meningkat, seperti Gading dengan bantuan motor roda tiga bisa lebih produktif,” ujar Dante.
Kebijakan tersebut telah memberikan kesempatan sama kepada penyandang disabilitas untuk berkembang dan memenuhi hak-haknya. Apresiasi Dante pada panitia penyelenggara yang telah menyiapkan pemeraga bahasa isyarat.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap langkah-langkah Kemensos.
“Saya mendukung kebijakan Mensos Tri Rismaharini dengan memproduksi alat bantu baik tongkat menuntun adaptif, kursi roda elektrik, maupun motor roda, ” katanya.
Tentu saja, dengan kebijakan itu berarti kita telah menempatkan para penyandang disabilitas bukan sekedar sebagai penonton, melainkan sebagai bagian yang aktif dari proses itu sendiri.
Ke depan, upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas akan semakin terarah dan fokus, sebab saat ini KND telah resmi bekerja.
“Dengan kehadiran KND bisa menjadi mitra pemerintah dalam memonitor, mengevaluasi dan mengadvokasi kebijakan pemerintah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” harap Diah.
Pada kegiatan ini menjadi ajang para penyandang disabilitas unjuk kebolehan dengan berbagai kemampuan seni, outlet aneka hasil kerajinan hasil karya disabilitas, makanan dan minuman para penerima manfaat dan aneka sajian lainnya.
Juga yang tak kalah penting adalah kegiatan perekaman data para penyandang disabilitas yang sudah memasuki usia 17 tahun.
Di Balai Ciungwanara, Kemensos menyalurkan bantuan kepada 2.317 penerima manfaat yang tersebar di sekitar 20 kabupaten kota di Lampung, Jawa dan Bali.
Berupa bantuan Atensi Anak Yatim, Bantuan Aksesibilitas, Bantuan Kewirausahaan, dan Kebutuhan Dasar dengan nilai Rp5.253.800.544. Sebelumnya, di Gedung Aneka Bhakti bantuan diberikan sebesar Rp4.508.071.320. Dengan demikian nilai total bantuan sebesar Rp9.761.871.864.
Berbagai bantuan merupakan hasil sinergi dari 10 balai, yakni Balai Inten Suweno, Balai Prof. Soeharso, Balai Ciung Wanara, Balai Tan Miyat, Balai Budi Dharma, Balai Galih Pakuan, Balai Phala Martha, Balai Melati, Balai Panasea, Balai Antasena, Balai Satria, Balai Wyata Guna, dan Balai Abiyoso.[ama]





