TECHNOLOGY

Perlu Beberapa Tahun Lagi Implementasi 5G di Indonesia

Jumat, 26 April 2019

Indonesiaplus.id – Untuk mengkaji implementasi jaringan 5G, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia telekomunikasi di Indonesia.

“Ada grup studi tidak hanya diisi sektor teknis dan regulasi, tapi juga bisnis. Perlu kajian komprehensif yang melibatkan banyak pihak,” ujar Direktur Penataan Sumber Daya, Direktorat Jenderal SDPPI, Kominfo, Denny Setiawan, di acara Barcelona Unboxed Indonesia di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Tahun lalu, Kominfo membentuk kelompok kerja (working group) untuk 5G yang berisi perwakilan dari BRTI,  operator seluler, operator satelit, vendor, serta akademisi dan asosiasi.

Melalui grup tersebut dipetakan kebijakan untuk spektrum yang potensial dipakai 5G termasuk dari segi bisnis, penggunaan 5G, biaya spektrum dan infrastruktur untuk jaringan 5G.

Misalnya, kata Denny, jika menggunakan jaringan 5G di frekuensi 28GHz, maka setiap 200 meter akan terdapat satu tiang untuk jaringan 5G. Semakin banyak operator seluler yang beroperasi, diperkirakan akan semakin banyak tiang yang diperlukan.

Sehingga diperlukan ada diskusi dengan pemerintah daerah mengenai penempatan infrastruktur.

Tahun ini, Kominfo menargetkan studi mengenai 5G dapat segara diselesaikan. Namun, untuk implementasi 5G di Indonesia masih harus menunggu beberapa tahun lagi.

Jika terdapat kebutuhan industri atau masyarakat akan jaringan tersebut, pemerintah harus bekerja lebih cepat untuk mewujudkan jaringan 5G tersebut.[sam]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close