TECHNOLOGY

Inovasi BPPT Ciptakan Mesin Pengolah Sagu Jadi Beras

Kamis, 15 Desember 2016

Indonesiaplus.id – Inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap ‘go’ industri, yaitu mencipatkan sebuah mesin pengolah sagu menjadi beras. BPPT dan PT Barata Indonesia bekerja sama untuk produksi massal mesin tersebut.

“Perjanjian kerja sama dan kontrak untuk pembuatan mesin produksi pasta ini, untuk mendukung kedaulatan pangan, terutama sagu,” ujar Kepala BPPT, Unggul Priyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (15/12/2016).

Terkait pangan, kata Unggul, Indonesia tidak hanya bisa mengandalkan beras. Sebab, dari segi konsumsi beras sebanyak 124 kilogram per kapita per tahun satu orang, dewasa ini timbul berbagai kendala. Juga, data penduduk setiap tahun semakin bertambah, dengan populasi kini lebih dari 250 juta jiwa.

“Kendala beras ke depan tak bisa lagi jadi andalan, karena faktor menurunnya sumber daya lahan dan air, perubahan iklim dan stagnannya produktivitas tanaman padi, ” katanya.

Hal itulah yang memunculkan ide BPPT menciptakan inovasi yang bisa menyulap sagu menjadi beras. Lalu, kenapa sagu menjadi pilihan sebagai alternatif beras. Selain cadangan sagu yang melimpah. BPPT menimbang dari sisi indeks glikemiks, merupakan persentase karbohidrat menjadi gula darah.

Indeks glikemik sagu, adalah yang paling rendah, yakni sekitar 40. Sementara itu, beras di angka 88 dan singkong indeks glikemiknya sekitar 60. “Selain itu, karbohidrat sagu juga hampir sama dengan beras,” ucapnya.

Menurut Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Eniya Listiani Dewi, dua inovasi mesin produksi sagu jadi beras ini sudah dipatenkan, yakni yang kapasitas 50 dan 120 kilogram per hari menggunakan konten lokal sekitar 90 persen.

Selain itu, BPPT sudah menciptakan dengan kapasitas produksi satu ton per hari, dengan konten lokal 50 persen yang ada di Lampung.

“Selanjutnya, kerja sama dengan PT Barata dikembangkan dari satu sampai dua ton per hari, dan semoga PT Barata bisa menambah konten lokalnya,” harapnya.[Sam]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close