POLITICS

Usai Telaah Per Pasal, Haikal Hassan: RUU HIP Degradasi Pancasila

Indonesiaplus.id – Usai mengkaji secara mendalam setiap pasal dalam draf Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dengan kesimpulan membahayakan Pancasila.

“Saya sangat pantang berbicara sebelum memahami isinya. Saya mendapat seluruh RUU HIP dan baca pasal demi pasal, saya lihat, saya dalami per pasal, saya akhirnya berkesimpulan ada hal yang kalau diloloskan ini membuat terdegradsi Pancasila,” ujar juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan bertema Wawasan Kebangsaan dan Keislaman Indonesia dan US digelar virtual oleh Nusantara Foundation dan dipandu Direktur Jamaica Muslim Center, New York, AS, Imam Shamsi Ali, Ahad (28/6/2020) malam.

Pancasila, kata Haikal, adalah sebuah kesepakatan dan Indonesia bukan hanya Islam, tapi juga ada Hindu, Budha, Kristen, Katolik, juga Konghucu. Karena itu, demi kesatuan dan persatuan bangsa maka telah terjadi kesepakatan yang final bahwa dalam mendirikan Negara Indonesia, para pendiri bangsa mencontoh apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW yaitu melalui ijtima bersama para pendiri bangsa.

“Pancasila ini adalah kesepakatan yang paling benar, ijtihad para ulama dan tokoh nasionalis. Nah kenapa justru ada RUU HIP yang krusial ini,” ungkapnya.

Jka RUU ini lolos dan disahkan menjadi UU, maka kemungkinan akan ada pergeseran Ketuhanan Yang Maha Esa bergeser mengacu pada Pancasila 1 Juni 1945 yang mana sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu berada di nomor 5.

“Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab itu harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila Persatuan Indonesia itu juga harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila-sila itu harus mengacu sila pertama yang merupakan kalimatut tauhid qulhuallahu ahad,” katanya.

Haikal mengaku heran ketika membaca draf RUU HIP, ternyata isinya kembali pada Pancasila 1 Juni 1945. “Kami tidak mau ini diubah-ubah. Terlebih ada kalimat ketuhanan yang dimaksud adalah ketuhanan yang berkebudayaan, kami tidak terima, masa kebudayaan,” imbuhnya.

Imam Shamsi Ali sependapat Pancasila sudah final. Maka dia heran karena kini justru ada pihak-pihak yang berkeinginan untuk “mengobok-obok” melalui sebuah RUU.

“Pancasila ini sudah final, kemudian tiba-tiba ada keinginan mengobok-obok lagi. Yang pasti ketuhanan itu adalah spiritnya. Ketika ketuhanan tercabut maka kita mati suri. Seluruh negara-negara Islam akan berkembang kalau ada keberkahan dari langit,” katanya.

Semua orang jangan pernah melupakan sejarah bahwa ketuhanan adalah pondasi bangsa ini. “Maka saya kira (RUU HIP) ini memang sesuatu yang membingungkan,” pungkasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close