POLITICS

Tak Cukup Berkhidmat di Legislatif, Siti Khadijah: Perlu Sentuhan di Eksekutif

Indonesiaplus.id – Untuk berkhidmat lebih optimal kepada rakyat berjuang melalui jalur legislatif saja masih jauh dari kata cukup, sehingga perlu ikhtiar dengan menempatakan kader terbaik melakukan sentuhan di eksekutif.

“Ini realitas politik yang terjadi, sekaligus menjadi tuntutan agar bisa berkhidmat lebih optimal yaitu melalui sentuhan di eksekutif, ” ujar bakal calon Walikota Tangerang Selatan Siti Khadijah di Serpong, Jumat (21/2/2020).

Soal kesiapan berjuang di eksekutif, kata Siti, bukan berangkat dari ‘ruang kosong’, melainkan ada tugas yang diamanahkan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kota Tangerang Selatan.

“DPD melalui Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) mengajukan dua nama dari kader, setelah sebelumnya melewati seleksi Pemilu Raya (Pemira), selanjutnya diberikan SK pada 25 Agustus 2019, ” kata inisiator Raperda pembangunan budaya integritas itu.

Pasca SK diterbitkan, tugas dari dua nama tersebut adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, menjalin silaturahim dan komunikasi dengan partai-partai lainnya di Kota Tangerang Selatan.

“TPPD sudah menjalin komunikasi dengan partai, seperti PDIP, Gerindra, Demokrat, serta PSI. Juga, dengan bakal calon yang sudah muncul ke publik seperti Pak Benyamin, Pak Muhammad dan yang lainnya, ” ujarnya.

Diakui atau tidak bahwa pilkada di Tangerang Selatan merupakan pertarungan emas yang cukup sengit. Di mana, ada kekuatan yang mempertahankan dan juga ada kekuatan baru yang berupaya merebut kekuasaan.

“Namun, yang jelas perlu strategi dengan tetap mengedepankan sportifitas, fair, adil dan tentunya jauh dari money politics, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pilkada yang kondusif, aman dan damai, ” katanya.

Tagline Tangsel kota Cerdas, Modern dan Religius (Cemore), tentu saja menjadi bagian dari nafas perjuangan, dengan APBD yang mencapai Rp 4 triliun sudah sewarjarnya warga merasakan kehadiran pemerintahan.

“Cemore ini amanah dari para tokoh dan pendiri Kota Tangsel, seharusnya siapapun menjadi pemimpin nanti selain berintegritas, tapi juga merealisasikan tagline tersebut bagi kesejahteraan segenap warga, ” katanya.

Dalam tujuh bulan ke depan politik pasti akan dinamis, politisi PKS ini mengajak warga tidak apriori dengan partai maupun bakal calon yang diusung untuk mengenali visi dan misinya, serta menjunjung keterbukaan.

“Juni pendaftaran disusul pilkadanya, dan ini ajang adu gagasan untuk Tangsel lebih baik, sekaligus mengeduksi waga untuk mengenal bakal calon yang nanti akan mengemban amanah lima tahun ke depan, ” harapnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close