POLITICS

Sikap RI Terkait Rencana Australia Bangun Kapal Selam Nuklir

Indonesiaplus.id – Indonesia khawatir terkait rencana Australia untuk membangun armada kapal selam bertenaga nuklir cukup beralasan. Pasalnya, sejumlah negara mengutarakan penolakannya seperti Selandia Baru, China dan Perancis.

“Jika perlu, Indonesia perlu mempertimbangkan menolak kapal selam nuklir Australia melintas di perairan Indonesia,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9/2021).

Pihaknya mengaku kecewa atas rencana Australia tersebut. “Keberadaan kapal selam bertenaga nuklir itu sudah pasti akan meningkatkan tensi keamanan di kawasan,” ungkap Politikus Partai Golkar ini.

Komisi I DPR meminta Australia mempertimbangkan ulang rencana pembangunan kapal selam nuklir. “Sebagai negara tetangga Australia sebaiknya juga mendukung program regional ASEAN untuk menjaga keamanan dengan tetap memprioritaskan pendekatan non-kekerasan dan menghormati hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 dan perjanjian non-proliferasi,” katanya.

Dia menambahkan, Komisi I DPR khawatir keberadaan kapal selam itu akan meningkatkan perlombaan senjata dan proyeksi ancaman kekuatan militer di kawasan.

“Indonesia sendiri, ancaman beberapa kali terjadi salah satunya ditemukan Unmanned Under Water Vehicle (UUV) atau drone laut awal tahun ini di Pulau Tenggol, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dan tahun 2019 di Kepulauan Riau,” katanya.

Sebagai informasi, Australia akan membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir. Pembangunan kapal selam bertenaga nuklir itu berada di bawah kemitraan keamanan Indo-Pasifik dengan Amerika Serikat dan Inggris.

Menurut para analis rencana tersebut membuat China gusar. Pasalnya, negeri tirai bambu tidak menyambut baik pembentukan blok-blok yang dapat merugikan pihak lain.[had]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close