POLITICS

Selama Tak Bikin Blunder, Qodari: Situasi Politik 2020 Diprediksi Bisa Stabil

Indonesiaplus.id – Diprediksi situasi politik Indonesia pada 2020 stabil dan kondusif, namun dengan syarat pemerintah dan partai politik (parpol) koalisi tidak berbuat blunder.

“Memang perlu ada antisipasi blunder-blunder politik yang menimbulkan kemarahan atau protes dari rakyat dalam skala yang masif,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di sela kegiatan diskusi ”Indonesia’s Economic and Political Outlook 2020” di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Contoh blunder, kata Qodari, RUU KUHP yang menciptakan gelombang protes besar, karena RUU menyita perhatian banyak kalangan. RUU tersebut mengatur setiap kehidupan masyarakat mulai dari lahir sampai kematian, ketika ada yang tidak sesuai dalam RUU tersebut maka banyak menuai protes, bahkan dengan gelombang besar.

“Manajemen menjadi penting, jangan sampai semua undang-undang yang kontroversial menimbulkan atau memicu demonstrasi yang besar, dikumpulkan dalam satu titik yang bersamaan,” katanya.

Selain itu, Kabinet Indonesia Maju mesti lebih hati-hati dengan tidak membuat blunder, dengan tindakan kontoversial yang menuai reaksi publik.

Selama tidak ada tindakan blunder, situasi stabil politik pada 2020 bahkan bisa berlanjut sampai akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo, karena presiden didukung oleh 85 persen kekuatan politik, apalagi kompetitor ketika pilpres Prabowo Subianto dengan Gerindra ikut bergabung.

“Pak SBY kemarin pidato akhir tahun dan bisa dibilang itu semacam endorsement atau dukungan kepada pemerintahan, juga partai Demokrat pada posisi mendukung pemerintah,” pungkasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close