POLITICS

Posisi Indonesia di DK PBB, Ini Harapan Hanafi Rais

Minggu, 10 Juni 2018

Indonesiaplus.id – Peran Indonesia harus bisa membuktikan diri untuk menjalankan peran strategis sebagai anggota tidak tetap (ATT) Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mewakili Asia Pasifik periode 2019-2020.

Pasalnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan posisi strategis itu untuk melakukan diplomasi keamanan, terutama yang menyangkut berbagai macam konflik di Asia, termasuk Timur Tengah.

“Efektivitas Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB itu yang diukur adalah seberapa kuat bisa menggalang kekuatan untuk melahirkan aturan-aturan atau resolusi atau penegakkan resolusi kepada negara yang melanggar aturan internasional,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais, Minggu (10/6/2018).

Selain itu, Indonesia harus punya target dalam penyelesaian konflik atau menyuguhkan solusi perdamaian. Sehingga, Indonesia harus punya berbagai inisiatif dalam mencari solusi bagi konflik di berbagai wilayah, terutama kawasan Asia Pasifik.

“Jadi itu untuk diselesaikan oleh Indonesia dan itu atas inisiatif Indonesia, bukan sekadar menjalankan inisiatif negara lain, tapi menginisiasi dan menyelesaikan,” tandas Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ada hal yang perlu menjadi prioritas Indonesia, yaitu menyelesaikan persoalan Palestina. Indonesia selain harus memenuhi amanat konstitusi untuk memperjuangkan bangsa terjajah, juga punya utang budi terhadap PAlestina.

“Jangan sampai ada lagi bahwa Israel yang terkenal punya reputasi melanggar aturan internasional dibiarkan saja, dan membuat malu organisasi internasional sebesar PBB. Indonesia punya kepentingan strategis di situ,” katanya.

Prioritas lainnya adalah penyelesaian konflik di Suriah dan mewujudkan pedamaian di Semenanjung Korea. Hanafi mengharapkan ada progres atas persoalan-persoalan itu selama Indonesia duduk di DK PBB.

“Peran itu yang harus dibangun. Karena kalau punya posisi strategis tapi tidak untuk menginisiasi, tidak aktif membuat solusi, ya tidak ada gunanya,” pungkasnya.[Mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close