POLITICS

Sekjen FUI Imbau Harun Masiku Agar Menyerah

Indonesiaplus.id – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, meminta tersangka kasus dugaan suap penetapan anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami mengimbau agar saudara Harun Masiku menyadari kesalahannya dan menyerahkan diri kepada KPK untuk mengikuti proses hukum di KPK dan pengadilan tipikor. Para ulama di lingkungan FUI Insya Allah siap mendampingi dalam proses penyerahan diri tersebut,” ujar Al Khaththath melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Apresiasi, kata Al Khaththath dan memberikan dukungan moril kepada KPK yang telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan beberapa orang terkait. “Semua yang terkait dan terlibat harus bisa segera diadili,” katanya.

FUI meminta dan mengajak suluruh ormas Islam serta jawara dan laskar Islam membantu KPK dalam menemukan dan menangkap Harun Masiku yang merupakan politisi PDIP ini.

“Sikap ini perlu dilakukan sebelum pihak-pihak lain yang antipemberantasan korupsi melakukan hal-hal yang tak diinginkan,” tandasnya.

Pada Kamis (9/1/2020), KPK telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut, baik penerima yakni Wahyu dan Agustiani Tio dan pemberi, yaitu Harun dan Saeful.

Wahyu meminta dana operasional Rp 900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI Dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia dan Wahyu menerima Rp 600 juta.

Berdasarkan catatan Imigrasi, Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (6/1/2020) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, Harun disebut belum kembali lagi ke Indonesia.

Berdasarkan pengakuan istri Harun, Hildawati Jamrin dan rekaman kamera pengawas di Bandara Soekarno-Hatta yang beredar, Harun telah berada di Jakarta pada Selasa (7/1/2020).

KPK sejak Senin (13/1/2020) telah mengirimkan surat permintaan pencegahan ke luar negeri untuk tersangka Harun kepada imigrasi dan sudah ditindaklanjuti.

Dilanjutkan dengan permintaan bantuan penangkapan kepada Polri dan ditindaklanjuti dengan permintaan untuk memasukkan Harun dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close