NATIONAL

Pengamat: BNPT Harus Siapkan Treatment Khusus Bagi Anak-Anak WNI Eks ISIS

Indonesiaplus.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta untuk mempersiapkan sebelum keputusan untuk memulangkan anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke tanah air.

“BNPT adalah lembaga yang paling bertanggungjawab untuk mengasuh mereka saat tiba di Indonesia. Sehingga, jangan sampai anak-anak dikorbankan karena kinerja BNPT yang tidak optimal. Justru tantangan bagi BNPT secepat mungkin meningkatkan kapasitasnya, memperbaiki kelembagaannya, dan memperkuat keterampilan tenaga-tenaga ahlinya,” ujar pengamat terorisme, Zaki Mubarak di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menangani anak-anak di bawah umur, kata Zaki, yang sudah terpapar paham radikal, maka harus ada sebuah perlakuan khusus ketimbang orang dewasa. Terlebih menangani mereka yang dalam usia anak-anak, perlu treatment khusus.

“BNPT mungkin masih minim pengalaman menangani kategori usia anak-anak ini, karenanya perlu belajar dari keberhasilan beberapa negara lain yang telah mempunyai pengalaman panjang,” katanya.

Negara segera melakukan pendataan jumlah pasti anak-anak di sana. Sebab, jalan hidup mereka masih cukup panjang, sehingga pemerintah harus bertanggungjawab untuk memulangkan para tunas bangsa itu kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Iya, tidak bisa dibenarkan karena takut mereka masih radikal dan tidak boleh pulang. Justru tugas dan kewajiban

negaralah mendidik kembali mereka sehingga tidak terkontaminasi lagi paham atau ideologi ekstrim itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan nasib dari WNI eks ISIS pada bulan Mei atau Juni 2020.

“Bisa jadi Mei atau Juni Presidennya ada waktu, kalau dari pengalaman saya,” kata Ngabalin dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Menimbang Kombatan ISIS Pulang’, Ahad (9/2/2020).[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close