NATIONAL

Hari Ini, Penyidik Polda Metro Jaya Bakal Periksa Novel Baswedan

Kamis, 20 Juni 2019

Indonesiaplus.id – Dijadwalkan hari ini Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan atas kasus penyerangan menggunakan air keras yang menimpanya.

Menurut kuru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, Novel Baswedan akan diperiksa sebagai saksi kasus terkait.

“Kami menerima surat dari penyidik Polda Metro Jaya yang akan didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri, untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan sebagai saksi terkait dengan penyerangan atau penyiraman air keras pada 11 April sekitar 800 hari yang lalu,” tutur Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

Bisa dipastikan Novel Baswedan bakal kooperatif mengikuti pemeriksaan tersebut. “Sebelumyna, saya sudah cek Novel akan hadir dalam pemeriksaan tersebut untuk menghargai proses hukum ini. Meskipun sebelumnya pemeriksaan sudah dilakukan sejak Novel dirawat di Singapura,” katanya.

Kendati pun pemeriksaan Novel sendiri berdasarkan permintaan langsung penyidik Polda Meteo Jaya.

“Pemeriksaan penyidik sebelumnya sudah dilakukan dan berbagai informasi yang dibutuhkan itu sudah disampaikan, tapi besok karena ada permintaan pemeriksaan kembali maka Novel bersedia dan KPK memfasilitasi proses pemeriksaan itu di gedung KPK pukul 10.00 WIB,” ungkap Febri.

Novel Baswedan menyebut tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian percuma jika hanya melakukan investigasi tanpa mengungkap pelaku maupun dalang penyerangan air keras terhadap dirinya.

“Jika hanya dilakukan investigasi yang sifatnya sekadarnya, saya kira percuma. Kami ingin komitmen yang  jelas, kalau pun ada tim gabungan, ya tim gabungan yang mandatnya kuat. Kalau tim gabungan dari Pak Kapolri saya tidak yakin itu mandatnya kuat,” ucap Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Sebelumnya, ia mengaku sempat bertemu dengan tim gabungan tersebut saat mendatangi Gedung KPK beberapa waktu lalu.

Novel menyebut tim gabungan sempat mempertanyakan apakah dirinya akan memberikan keterangan seputar teror yang dialaminya pada 11 April 2017 dini hari dan teror-teror lainnya yang diterima petugas KPK.

“Jika saja komitmen tim gabungan ini mau mengungkap serangan kepada KPK dan yang lainnya, maka saya pikir itu serius, dan tentunya saya akan memberikan keterangan kepada orang atau tim yang serius untuk mengungkap,” kata Novel.

Sedangkan tim gabungan yang digagas Kapolri ini dibentuk sejak 8 Januari 2019. Tim gabungan ini berjumlah 65 anggota yang terdiri dari sejumlah unsur seperti Polri, KPK, berbagai ahli, dan tokoh masyarakat.

Di antara sejumlah ahli, yaitu peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rivai, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, serta Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 Nur Kholis.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close