Memanas! AS Kerahkan Rudal Patriot dan Drone ke Timur Tengah

Kamis, 20 Juni 2019
Indonesiaplus.id – Penempatan tentara Amerika Serikat (AS) yang baru ke Timur Tengah akan mencakup batalion rudal Patriot, pesawat tak berawak (drone), serta pesawat pengawas berawak.
Hal ltu disampaikan Pentagon yang tidak ingin berperang dengan Iran. Namun, mereka siap untuk membela pasukan dan kepentingan AS di kawasan itu, seperti dikutip Sputnik dari Reuters, Kamis (20/6/2019).
Usai pejabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengumumkan pada hari Senin bahwa AS akan mengirim 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk melawan dugaan agresi Iran.
Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada saat itu, Shanahan menyatakan tentara itu akan digunakan untuk tujuan pertahanan untuk mengatasi ancaman udara, laut dan darat di wilayah tersebut.
“Baru-baru ini, serangan Iran mengesahkan intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima atas perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan,” tulis pernyataan tersbebut.
Pada awal pekan ini AS mengklaim Iran harus disalahkan atas sejumlah serangan terjadap kapal tanker yang terjadi baru-baru ini. Jika saja Iran telah berulang kali menolak tuduhan tersebut.
Saat ini, hubungan antara AS dan Iran membara sejak AS memilih untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, sebuah tindakan yang kemudian memicu dimulainya kembali serangkaian sanksi.
Sebelumnya, AS telah mengirimkan satu skuadron 12 jet tempur, beberapa pesawat mata-mata, baterai rudal Patriot, gugus tugas pembom B-52, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, dan aset militer lainnya telah dikirim ke wilayah tersebut.
Kebijakan AS tersebut dilakukan sebagai antisipasi dengan apa yang disebut pemerintah Trump sebagai perilaku memfitnah Iran yang dimaksudkan untuk merusak AS dan para sekutunya.[fat]





