NATIONAL

Bawaslu NTT Banyak Temukan Pemilih Ganda di DPS

Jumat, 6 April 2018

Indonesiaplus.id – Ditemukan sebanyak 21.358 pemilih bermasalah dalam daftar pemilih sementara (DPS) bermasalah oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, di antaranya 862 pemilih tidak dikenal.

“Mereka muncul di tempat pemunggutan suara tertentu, tetapi petugas pemutkhiran data pemilih, warga setempat atau ketua rukun tetangga (RT) tidak mengenal pemilih tersebut,” ujar Komisioner Bawaslu NTT Jemris Fointuna, Kamis (5/4/2018).

Selain itu, ratusan pemilih tidak dikenal itu berada di sembilan kabupaten dengan jumlah terbanyak di Malaka sebanyak 323 orang, Ngada 158 orang, Manggarai Timur 112 orang, dan Alor 103 orang.

Juga, ada warga yang bukan penduduk setempat masuk ke DPS sebanyak 961 orang, pemilih ganda 5.373 orang, di bawah umur 77 orang, yang anggota TNI 29 orang, anggota Polri 20 orang.

Juga, yang bukan penduduk setempat 961 orang, serta yang sudah coklit, tetapi namanya tidak masuk ke DPS sebanyak 21.358 orang, terbanyak di Manggarai sebanyak 19.853 orang dan Manggarai Timur 1.099 orang.

Warga diimbau yang telah memenuhi syarat menyalurkan hak suaranya melaporkan diri ke posko daftar pemilih di sekretariat panwaslu kabupaten dan kota. Sehingga, mereka bisa diakomodasi dalam dafar perbaikan pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).

Sementara itu, Ketua KPU NTT Maryanti Adoe mengatakan KPU kabupaten dan kota sedang menindaklanjuti temuan Bawaslu tersebut untuk dilakukan perbaikan.

Ditemukan DPS ganda ditemukan di Tabanan, Bali. Panwaslu setempat menemukan 2.796 nama ganda bahkan ada 15 nama yang ditemukan ‘triple’ alias tiga kali.

Ketua Panwaslu Tabanan I Made Rumada mengatakan temuan DPS nama ganda itu didapatkan di sepuluh kecamatan di Tabanan dengan terbanyak di Kecamatan Pupuan, yakni sebanyak 1.166 nama ganda.

Selanjutnya, hasil penyisiran akan diserahkan ke KPU Tabanan secara resmi. “Sehingga total nama ganda yang kami temukan sebanyak 2.796 nama,” ujar I Made Rumada.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close