HUMANITIES

Wujudkan SDM Unggul, Mensos: Berharap Poltekesos Jadi Kampus Ikatan Dinas Lagi

Indonesiaplus.id – Salah satu tugas Kementerian Sosial (Kemensos) adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengharapkan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Jawa Barat, kembali menjadi kampus ikatan dinas di Kemensos.

Berdasarkan arahan Mensos agar para alumni Poltekesos Bandung tidak dibiarkan begitu saja, namun sebagian akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Harapan Mensos agar alumni tidak dibiarkan, terlebih ada rencana menjadikan sebagain ASN, namun hal itu masih dalam pembicaraan,” ujar Kepala Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Sosial Kemensos, Prof Dr Syahabuddin MAg usai memberikan arahan Dies Natalis ke 55 Poltekesos Bandung, Selasa (4/2/2020).

Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Sosial Kemensos akan menindaklanjuti arahan Mensos dengan membicarakan hal itu dengan para rektor maupun Kemen PAN RB terkait teknis. Harapannya, dalam setahun ada 500 mahasiswa terbaik yang bisa menjadi calon ASN.

“Tentu saja, kami berharap ada pola pembibitan yang terbaik, seperti dalam setahun ada 500 mahasiswa terbaik yang menjadi ASN, ” tandasnya.

Agenda pertemuan dengan pihak Kemen PAN RB, akan membahas terkait akselerasi dan percepatan disahkannya Poltekesos Bandung menjadi seperti sebelumnya, yaitu sebagai kampus ikatan dinas Kemensos.

“Iya, artinya seperti Akademi Militer, Akademi Polisi, STAN, BPS, dan IPDN dan bagi mahasiswa yang berprestasi bisa diangkat langsung menjadi calon ASN, ” ungkapnya.

Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemensos, Dadang Iskandar hingga saat ini di Poltekesos Bandung belum ada mata kuliah pengawasan kesejahteraan sosial.

Ke depan, pihaknya berharap agar dimasukkan mata kuliah tersebut, sebab menjadi kebutuhan untuk tenaga auditor yang memang tinggi.

“Memang saat ini belum ada mata kuliah pengawasan. Kami sudah minta dimasukan mata kuliah soal pengawasan tersebut agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Di lingkungan Kemensos, setidaknya membutuhkan 100 persen tenaga auditor untuk menjadi pegawai di Irjen Kemensos.

“Kebutuhan pegawai di Irjen 125 orang, namun yang berprofesi auditor baru 60. Untuk pengawasan program kesos, ke depan membutuhkan 100 persen dan mengingat jumlah kecamatan di Indonesia lebih dari tujuh ribu,” tandasnya.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close