HUMANITIES

Usai Divonis 2 Tahun, NF Jalani Rehabilitasi Sosial di LPKS Milik Kemensos

Indonesiaplus.id – Usai divonis hukuman dua tahun oleh Majelis hakim untuk rehabilitasi sosial terhadap NF yang terlibat kasus di Sawah Besar Maret lalu. Belakangan diketahui ia korban kekerasan seksual oleh tiga orang di lingkungan terdekatnya.

NF pun menjalani masa rehabilitasi sosial di Balai Anak “Handayani” Jakarta yang merupakan salah satu Lembaga Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial (LPKS) milik Kementerian Sosial.

Kementerian Sosial sangat konsen pada proses peradilan, perlindungan, serta rehabilitasi sosial bagi NF, karena ia masih di bawah umur dengan melakukan upaya pendampingan selama persidangan berlangsung.

Salah satu upaya yaitu dengan menyediakan kuasa hukum dan menghadirkan saksi ahli seperti Seto Mulyadi (Pemerhati Anak), Harkristuti Hernowo (Ahli Hukum Pidana), serta Hadi Utomo (Ahli Hak Anak).

Kasus ini mendapatkan perhatian langsung dari Menteri Sosial Juliari P Batubara yang datang langsung dan bertemu keluarga korban untuk memberikan dukungan moril. Juga, Mensos Juliari menginstruksikan agar jajarannya memberikan perlindungan dan bantuan hukum terhadap NF.

“Putusan ini perlu disambut baik karena NF memang perlu rehabilitasi sosial di balai untuk NF saat ini, bukan hukuman penjara. Saya rasa ini sebuah vonis yang adil, ” ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Selama masa dititipkan di Balai Anak “Handayani” Jakarta, kata Harry, perilaku NF menunjukkan perubahan yang cukup baik. “Perkembangan NF sudah bagus dan dengan adanya putusan tersebut diharapkan bisa menjadi lebih baik,” harap Harry.

Disinggung soal kehamilan NF, memastikan Balai Anak “Handayani” akan memfasilitasi proses persalinan hingga nanti memastikan bayi NF akan mendapatkan pengasuhan yang tepat.

“Nanti usai melahirkan, kita akan coba asesmen keluarga nya apakah mampu untuk mengasuh atau tidak. Alternatif lainnya adalah foster care, karena ini juga program yang sedang kita galakkan taip yang pasti ingin bayinya mendapatkan pengasuhan yang terbaik,” ungkap Harry.

Kasus merupakan pelajaran bagi semua pihak dan gerak cepat Kemensos dalam merespon kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Kementerian Sosial melalui Ditjen Rehsos rencananya akan menyelenggarakan refleksi terhadap hasil putusan hakim dan segera menyusun program rehabilitasi sosial bagi NF. Tentunya, dengan melibatkan seluruh pihak-pihak terkait.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close