HUMANITIES

Tak Kenal Lelah, Mensos Berikan Bantuan Bagi Korban Longsor di Kabupaten Solok

Indonesiaplus.id – Sehari jelang Hari Raya Idul Fitri, Menteri Sosial Tri Rismaharini terbang pukul 06.30 dari Jakarta menuju Padang dengan maskapai Citilink.

Sambil menunggu cuaca kondusif, Mensos meninjau Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional 1 Sumatera.

Rombongan Mensos ke lokasi bencana di Kabupaten Solok menggunakan helikopter Mabes TNI didampingi Kalaksana BPBD, Erman Rahman; Staf Khusus Menteri, Don Rozano; Direktur PSKBA, Safei Nasutio; Kepala Biro Umum, Wiwiek Widiyanti; serta Kasubag Protokol, Agung Hendrawan.

Kunjungan Mensos ke Kabupaten Solok Selatan untuk meninjau korban longsoran tambang yang terjadi beberapa hari lalu yang mengakibatkan adanya korban tewas di lokasi tersebut.

Usai dari lokasi bencana tanah longsor di kabupaten Solok, Mensos menuju lokasi bencana kedua di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menumpangi helikopter.

Sebelumnya, pada Senin (10/5/2021), pukul 07.30 WIB terjadi bencana tanah longsor di Kabupaten Solok Selatan yang menerjang dua Kecamatan, yaitu Sangir Batang Hari dan Kimbahan Nagari Abai.

Berdasarkan data hingga Selasa (11/5/2021) pukul 18.00 WIB terdapat 8 warga tewas, yaitu: 1. Yasril warga S. Padi; 2. Buyung warga Bdr alam. Yuniadi warga Abai sangir; 4. Ijal warga S Rambutan; 5. Siat warga S Rambutan; 6. Pakde warga Dharmasraya; serta 7. Catno warga Abai.

8. ada 1 korban hilang an. Siman warga Sampu masih dalam proses pencarian yang dilakukan tim gabungan, termasuk Tagana dari Kementerian Sosial RI.

Menteri Sosial menyerahkan santuan bagi ahli waris 8 korban tewas yang masing-masing menerima Rp 15 juta, total senilai Rp 120 juta.

Terdapat 9 korban luka-luka, yaitu: 1. Epi warga Padang Air Dingin; 2. Derri warga Padang Air Dingin; 3. Tomi warga Timbulun; 4. Sito luka berat warga S. Rambutan.

5. Eka warga Bumi Ayu; 6. Fajrul cidera pinggang warga Liki; 7. Abit warga Abai Sangir; 8. Mitro warga Abai; serta 9. Nova warga Bumi Ayu.

Bagi ke-9 korban luka-luka tersebut, masing-masing mendapatkan bantuan Rp 5 juta, total Rp 45 juta, sehingga bantuan Rp 165 juta.

Kehadiran Menteri Sosial ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat, sekaligus peduli terhadap korban musibah bencana tanah longsor.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close