HUMANITIES

Serahkan Bantuan, Mensos Minta Pemprov Kalteng Petakan Titik Bencana untuk Dirikan Lumbung Sosial

Indonesiaplus.id – Sebagai wujud negara hadir di tengah masyarakat, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi para pengungsi korban banjir dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi di Gedung Olahraga (GOR) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palangkaraya

Mensos membagikan sembako, makanan dan mainan kepada anak-anak dan tampak bergembira dengan bermain dan bernyanyi bersama anak-anak dengan iringan lagu dan berpesan agar rajin belajar dan tidak lupa berdoa. “Kalau mau meraih cita-cita tinggi, harus belajar dan tidak lupa berdoa,” ujar Mensos saat mengunjungi pengungsi, Selasa(23/11/2021).

Setiba di Mensos langsung disambut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo dan Wali Kota Palangkaraya Farid Naparin dan Mensos berpesan agar tidak lengah dan selalu waspada kendati banjir sudah surut, sebab tidak mengindikasikan bahwa bencana telah berlalu.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mensos mengatakan, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Februari nanti. “Saat ini banjir di beberapa tempat sudah surut. Tapi jangan lengah. Sebab, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari nanti,” katanya.

Kondisi seperti itu, Mensos mengajak kepala daerah di Kalteng untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana. Termasuk menyiapkan titik untuk didirikan lumbung sosial ( bufferstock). “Kita tidak menghendaki adanya bencana lanjutan, namun perlu disiapkan agar mengurangi resiko bencana. Saya kira perlu pendirian bufferstock di setiap kecamatan,” ungkap Mensos.

Selain itu, Mensos juga meminta kepala daerah menyusun pemetaan wilayah di mana lokasi yang paling ideal pendirian lumbung sosial. “Saya akan rapat bersama Kepala daerah untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan lumbung sosial besok,” tandas Mensos.

Rangkaian Mensos bergerak menuju ke salah satu lokasi terdampak banjir di Kota Palangkaraya, yakni di Kampung Flamboyant Baru, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut. Mensos tiba sore hari dan langsung menemui masyarakat setempat. Mensos berkeliling ke rumah-rumah warga sambil menyapa dan melibat lokasi di dataran rendah dan berbentuk cukungan. Di ujung jalan terjauh, langsung berhadapan dengan Sungai Kahayan.

Mensos tampak mempelajari setiap sudut Kampung Flamboyant Baru. Sesekali Mensos juga berdiskusi dengan kepala daerah, sambil membagikan bantuan. Selanjutnya, Mensos menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia Rp 15 juta atas nama Misdi (L/85), yang diterima anaknya selaku ahli waris Nur (P/36).

Bantuan lain yang diserahkan berupa bantuan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), bantuan logistik, dan bantuan Atensi. LDP diberikan kepada para penyintas banjir dengan tujuan mengurangi beban psikologis dan memulihkan dari trauma, sehingga total sekitar 30 personel LDP memperkuat layanan psikologi.

Bantuan logistik diberikan dalam bentuk makanan Anak 210 paket, kids ware 200 paket, famili kit 140 paket, tenda gulung merah 30 lembar, kasur merah 100 lembar, selimut 20 lembar, matras merah sebanyak 105 lembar, beras CBP sebanyak 50.000 kg, bahan natura/dapur umum 2 paket (berupa: ayam segar sebanyak 200 kg; telur ayam sebanyak 200 kg; air mineral 600 ml sebanyak 2.400 pcs; minyak dan bumbu siap pakai sebanyak 2 paket), dan bantuan sembako 1.000 paket.

Bantuan Atensi berupa bantuan anak yatim, piatu & yatim piatu sebanyak 31 anak Rp16.400.000; Bantuan aksesibilitas (Kursi Roda, Tongkat Pintar, Kruk, dan lain-lain) untuk 26 orang senilai Rp128.558.500 dan bantuan kebutuhan dasar (Nutrisi, Selimut dan Pampers) untuk 325 orang senilai Rp706.890.000. Dengan demikian total bantuan Atensi dari Kemensos Rp 851.848.500 antuan dari Balai Budi Luhur Banjarbaru dan Balai Gau Mabaji Gowa total Rp 1.852.457 810.

Sebelumnya, Kemensos telah hadir setelah bencana banjir melanda Palangkaraya melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), juga berkoordinasi dengan unsur penanganan bencana setempat, mengidentifikasi/mendata korban bencana, menyelamatkan korban dari situasi tidak aman ke tempat aman, menyediakan penampungan sementara, mendirikan dapur umum, membantu penyaluran logistik, serta memberikan layanan LDP.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close